Beranda BANTAENG

Abdul Wahab Dan Ketua TP. PKK Hadiri Rapat Kordinasi Ketahanan Pangan Bantaeng

68
0


HALINTARNEWS.id, BANTAENG –Sebagaimana tahun – tahun
sebelumnya Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2020.
Rapat koordinasi yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng selaku Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan atas nama Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kab. Bantaeng dihadiri oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Asisten II Setda Bantaeng, para Kepala Dinas terkait sebagai anggota Dewan Ketahanan Pangan, Pokja, beberapa kepala instansi vertikal terkait, KTNA dan petani penerima Sertifikat Prima 3.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng menyampaikan harapan agar melalui Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan ini paling tidak menghasilkan 3(tiga) hal antara lain ;

Merumuskan kebijakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, Merumuskan kebijakan dalam rangka mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan dan, pengendalian Evaluasi perwujudan ketahanan pangan.

Rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan kali ini menghadirkan 2 narasumber yang berkompeten dan memiliki kapabilitas di bidangnya yakni Ir. H. Agustan, MP (Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan) dan dr. Nur Ainun Rani, MKes, SpGK ( Ahli Gizi).

Dalam materinya, Ir. H. Agustan, MP menyampaikan bahwa Tugas Dewan sebagaimana diamanatkan dalam Perpres nomor 83 Tahun 2006, meliputi: kegiatan di bidang penyediaan pangan, distribusi pangan, cadangan pangan, penganekaragaman pangan, pencegahan dan penanggulangan masalah pangan dan gizi.

Hal ini dipertegas dalam Sistem Ketahanan Pangan dengan 4 (empat) Pilar Utama Ketahanan Pangan, sbb:
Subsistem Ketersediaan, meliputi: produksi dalam negeri, impor, dan cadangan pangan.
Subsistem Distribusi, meliputi : Aksesibilitas, fisik, ekonomi dan sosial/budaya.

Subsistem Konsumsi, meliputi : Diversifikasi Pangan, Keseimbangan gizi, Mutu dan Keamanan Pangan.
Subsistem Sustainable (Berkelanjutan).

Sedangkan dr. Nur Ainun Rani, MKes, SpGK menyampaikan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pd anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.
Penyebab stunting multifaktor antara lain; Buruknya pola asuh, pola makan tidak seimbang, baik jumlah maupun komposisi Makronutrien dan mikronutrien, pemberian asi dan MP asi yg tidak di perkuat, dan adanya infeksi.

Pendidikan yg rendah, pengetahuan gizi yg kurang, faktor ekonomi, dan ketidaksiapan berumahtangga.
Langkah2 pencegahan yg perlu dilakukan adalah melakukan validasi data status gizi  identifikasi akar masalah gangguan gizi di masing-masing  wilayah, membuat perencanaan dan rencana implementasi lintas sektor untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, merubah perilaku, menjamin ketersedian pangan sehat dan aman, menuju perbaikan ekonomi masyarakat.

Penulis : Mariyani
Editor    : Red
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here