HALILINTARNEWS.id, MAKASSAR β Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menunjukkan hasil signifikan. Hingga akhir tahun 2025, total klaim BPJS Ketenagakerjaan yang disalurkan kepada pekerja di Kota Makassar mencapai Rp624 miliar dengan tingkat kepesertaan sebesar 53 persen dari total pekerja.
Capaian tersebut menjadi landasan penting bagi Pemkot Makassar untuk memperluas perlindungan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi pekerja rentan pada tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota, pemerintah daerah terus mendorong kebijakan perlindungan sosial yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi pekerja sektor informal dan kelompok rentan.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Launching Sistem Keagenan Penggerak Jaminan Sosial (PERISAI) Makassar dan Program JHT bagi Pekerja Rentan Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar di Trans Studio Mall Makassar, Senin (12/1/2026).
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif Pemkot Makassar melalui Program Makassar Berjasa atau Program Berbagi Jaminan Sosial. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan terobosan luar biasa dan visioner karena memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus menjadi tonggak menuju perlindungan sosial semesta di daerah.
βProgram JHT bagi pekerja rentan yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar ini adalah yang pertama di Indonesia dan sangat menginspirasi. Ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat,β ujar Pramudya.
Ia juga mengapresiasi pemilihan ruang publik sebagai lokasi peluncuran program, yang dinilai efektif mendekatkan layanan jaminan sosial kepada masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi dan sosialisasi.
Pramudya menegaskan bahwa jaminan sosial merupakan program negara, bukan semata-mata milik BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Ia optimistis, Program Makassar Berjasa dengan penambahan JHT bagi pekerja rentan akan menjadi percontohan nasional sebagaimana Program Layanan Syariah BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya juga dimulai dari daerah dan kini telah diterapkan secara nasional.
Selain itu, Pramudya menilai kehadiran Sistem Keagenan PERISAI sebagai langkah strategis untuk memperluas cakupan kepesertaan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Agen PERISAI diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi melalui edukasi, sosialisasi, dan pendampingan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Zainal Ibrahim, memaparkan bahwa hingga Desember 2025, jumlah pekerja yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan di Kota Makassar mencapai 296.178 orang atau sekitar 53 persen. Masih terdapat 259.506 pekerja atau 47 persen yang belum terlindungi.
Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat klaim berupa JHT, JKK, JKM, JP, JKP, serta beasiswa dengan total nilai Rp624.991.990.879 kepada 51.089 pekerja di Kota Makassar.
Pemkot Makassar juga memberikan perhatian khusus kepada Pegawai Non-ASN, perangkat RT/RW, kader Posyandu, kader KB, serta pekerja keagamaan. Hingga akhir 2025, sebanyak 14.965 pekerja dari kelompok tersebut telah terlindungi dengan total manfaat klaim sebesar Rp43.375.389.580.
Untuk pekerja rentan dan sektor informal, Pemkot Makassar menggunakan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hingga tahun 2025, sebanyak 81.466 pekerja rentan telah terdaftar dan menerima perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Memasuki tahun 2026, Pemkot Makassar kembali memperluas cakupan perlindungan dengan menambah 45.000 peserta pekerja rentan berbasis DTSEN desil 1β3 yang telah dianggarkan dalam APBD Pokok 2026. Dengan demikian, total pekerja rentan yang terlindungi mencapai 84.466 orang sejak Januari 2026.
βDengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan kebijakan daerah, kami optimistis target nasional Universal Coverage Jamsostek tahun 2026 sebesar 72,50 persen dapat tercapai di Kota Makassar,β pungkas Zainal.
Reporter : Ilham Iriansah
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026












