Air PDAM Tak Mengalir Selama Masuk Bulan Suci, Resahkan Warga Cambalojong Bantaeng Dan Minta Direktur Segera Dicopot



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Dengan tidak mengalirnya air PDAM selama memasuki Bulan Suci Ramadhan ini, membuat konsumen merasa menjerit resah, kesulitan air. Hal itu ramai diperbincangkan di sosial media Facebook dan WhatsApp, dengan berbagai komentar netizen.

Media halilintarnews.id menghimpun adanya beberapa komentar yang mengeluhkan tidak mengalirnya air PDAM Bantaeng dimaksud, dengan ada yang mengatakan airnya tidak mengalir selama 1 Minggu hingga beberapa Minggu dan ada juga mengatakan airnya mengalir hanya menes saja.

Sekaitan dengan itu, Jamaluddin, SH yang kerap di panggil Bang Jago warga Cambalojong, Kelurahan Bonto Lembang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, kepada media halilintarnews.id, di Mesjid Agung, Sabtu (8/3/2025) mengatakan, bahwa air PDAM sejak memasuki bulan suci ramadhan, kami tidak menikmati lagi, karena tidak pernah mengalir. Kata Bang Jago di hadapan media halilintarnews.id.

“Kami warga Cambalojong khusnya, sangat kecewa atas kinerja Direktur PDAM lantaran beberapa kali dihubungi tidak pernah merespon padahal kami juga membayar setiap penagihan air,” Ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa seharusnya pihak PDAM Bantaeng dengan cepat merespon atas keluhan konsumennya, bukan sebaliknya hanya menikmati gaji tanpa memikirkan jeritan atau keluhan masyarakat Bantaeng terkhusus Desa Bonto Lojong. Ujar kesalnya Bang Jago.

Termasuk di bulan suci Ramadhan ini kami membutuhkan air bersih untuk mandi, mengambil air wudhu, mencuci, buang air besar dan kecil. tuturnya.

Menurutnya, bahwa sekaitan dengan keluhan masyarakat warga Bonto Lojong yang tidak pernah direspon, maka menyikapi Direktur PDAM Bantaeng yang sudah puluhan kali disampaikan keluhan Warga namun hingga saat ini belum juga ada tanggapan atau perbaikan dan seperti apa kendalanya, maka kami warga Bonto Lojong meminta kepada Pemkab Bantaeng, agar segera diganti atau dicopot saja Direktur PDAM Bantaeng. Pinta Tegasnya, Jamaluddin. (Supriadi Sanusi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *