Tujuh Bulan Tragedi Kematian Nenek Hj Hamzatum, Kapolres Bantaeng Dinilai Mandul



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Kasus tragedi pembunuhan sadis seorang nenek Hj. Hamzatum Daeng Te’ne (85) di Bantaeng sudah 7 bulan bergulir proses penyelidikan di Polres Bantaeng hingga saat ini belum ada titik terang alias terungkap.

Tindak pidana pembunuhan secara sadis itu, disekapnya diikat hingga tewas tengkurap diatas tempat tidur dalam rumahnya, tepatnya di Kampung Karangkasia Kel. Bonto Rita Kec Bissappu kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada Rabu, (4/1/ 2023) lalu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Rudi dihadapan media halilintarnews.id, di ruang kerjanya pada kamis (6/7/2023) mengatakan bahwa kematian Hj. Hamzatum belum sampai saat ini belum terungkap berhubung pihak keluarga korban jarang masuk di kantor Polres mempertanyakan atau memberikan informasi terkait insiden tersebut, kata Rudi.

“Sebanyak 20 orang lebih di panggil selaku saksi telah di ambil keterangannya namun belum ada yang menguatkan bukti bukti,” ungkapnya.

“Hasil DNA dari Mabes sudah ada namun bukan hasil pemeriksaan DNA nya yang menjadi dasar pembuktian pelaku,” tutur Rudi.

“Namanya kasus ada yang cepat dan ada yang lamban penangannya sebab harus cukup bukti”.

Masih kata Kasat Reskrim terkait kematian Hamzatum, “saat ini kalian sendiri yang sibuk sementara pihak keluarga korban biasa biasa saja, tidak datang di kantor Polres mempertanyakan atau memberikan informasi,” pungkasnya.

Polres Bantaeng tetap melakukan penyidikan pelaku pembunuhan Hamzatum semoga cepat terungkap, kata Kasat Reskrim.

Bacaan Lainnya

Telah di beritakan sebelumnya pada edisi 17 Maret 2023 lalu Menurut anak kandung korban Ismail di hadapan media halilintarnews.id di kediamannya mengatakan kematian ibunya sudah masuk 3 bulan lamanya hingga detik ini polisi belum berhasil mengungkap pelakunya entah kenapa polres Bantaeng bersama Polda Sulsel terlalu lamban menangkap pelaku pembunuhan, kata Ismail.

“Kami merasa kesal atas kerja-kerja Polres Bantaeng sudah jelas ibu kami di bunuh dalam keadaan tengkurap diatas tempat tidur terikat tangan, mulut dan kaki lalu siapa yang membunuhnya dan mengikatnya,” kesal Ismail dihadapan media halilintarnews.id.

“Kami minta dengan tegas kepada Kapolres Bantaeng dan Kapolda Sulsel tangkap pelaku pembunuh ibuku, jangan mandul dalam mengungkap kasus ini.,” tegasnya.

“Wajar saja kami mempertanyakan kematian ibuku karena sudah 3 bulan telah berproses di polres Bantaeng dan sudah di bantu personil dari Polda Sulsel sampai saat ini tidak membuahkan hasil ada apa. Ini menandakan Kapolres mandul dalam mengungkap kasus tersebut.,” tanya Ismail dengan nada sedih. Supriadi Sanusi

 

 

 

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *