HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Terkait maraknya sorotan proyek bangunan Dana Alokasi Khusus (DAK) di sejumlah sekolah di wilayah kabupaten Bantaeng yang diduga di kerja asal asalan alias amburadul mendapat tanggapan dari konsultan pengawas rehabilitasi sekolah dasar (SD) pembangunan DAK tersebut.
Hal ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bantaeng Muhammad Haris memanggil wartawan yang telah memberitakan proyek pembangunan Dak sejumlah sekolah diduga asal asalan alias amburadul.
Menurut Kadis Dikbud Muhammad Haris dihadapan halilintarnews.id di ruang kerjanya senin (17/10/2022) mengatakan, setelah kami rapat interen di kubuh Dinas Dikbud telah menyepakati menyikapi yang muncul di pemberitaan di media halilintarnews.id beberapa hari yang lalu guna mengklarifikasi berita tersebut, kata Kadis Muhammad Haris.
“Saya bersyukur teman teman media mengontrol proyek bangunan Dak di Bantaeng sebagai bahan kritikan dan kami secepatnya mengambil sikap menyampaikan ke konsultan pengawas dan kontraktornya jika benar temuannya secepatnya di bongkar atau di ganti,” ungkap Haris.
Setelah itu pada hari yang sama kami di panggil ke ruangan Sekertaris Dikbud Bantaeng untuk di pertemukan konsultan pengawas pembangunan DAK rehab sekolah guna mengklarifikasi sorotan yang telah di beritakan di media halilintarnews.id pada beberapa hari yang lalu.
Menurut Konsultan Pengawas proyek pembangunan rehabilitasi Dak sekolah Al Kauzar kepada media halilintarnews.id didampingi Kadis Dikbud bersama Sekertaris Dikbud mengatakan, terkait sorotan yang yang telah di publis di media halilintarnews.id, merasa berterima kasih dan merasa terbantu atas sorotan itu, kata konsultan Al Kauzar.
“Saya sangat menghargai tugas wartawan sebab wartawan adalah mitra kita yang tidak bisa terpisahkan untuk membantu dan memperbaiki daerah yang lebih baik”.
Al Kauzar juga membenarkan bahwa pekerja proyek pembangunan DAK kebanyakan orang luar daerah, saya saja putra daerah Bantaeng tapi semua yang saya pekerjakan hanya orang Bantaeng sendiri, jelas konsultan Pengawas Al Kauzar.
Ia menambahkan,” saya selaku konsultan pengawas tingkat SD dari PT. TZIRAH PERKASA telah banyak kami tindak tegas salah satunya di SDN 3 Lembang Cina kayu sekitar 3 kubit saya tolak karena bukan kelas 2, semuanya sudah di ganti,” katanya.
Tentang tripleks plapon yang di pasang di rehab sekolah sudah sesuai di RAB, yang di pasang tripleksnya yang paling tipis, tutur konsultan.
Seperti di SDN 17 Ujung Labbu Kelurahan Lembang Kecamatan Bantaeng, berdasarkan di RAB hanya atap sen saja yang harus di ganti, kalau plapon tidak ada anggarannya di RAB karena dananya kecil sebesar Rp. 26.836.000,- jelas Al Lauzar.
EditorΒ Β Β : Supriadi
halilintarnews.id. 2022












