HALILINTARNEWS.id, BULUKUMBA — Seorang Ibu yang sedang hamil dan hendak melahirkan, asal Bulukumba Hartina meninggal dunia bersama bayinya, akibat terlambat mendapatkan pelayanan medis.
Atas insiden tersebut
Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gepmar) Makassar melakukan aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, pada Senin 21/12/2020.
Mereka menuntut pertanggung jawaban tujuh rumah sakit yang menolak memberikan pelayanan kepada seorang ibu hamil dan ingin. Melahirkan,” Hartina.
Muhammad Iqbal selaku jendral lapangan, mendesak Kepala Dinas Kesehatan dan Gubernur Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Nurdin Abdullah, untuk mencopot direktur Rumah Sakit Labuang Baji, dan memberikan sanksi berat kepada manajemen Rumah Sakit Plamonia yang diduga menolak pasien sehingga meninggal dunia,” kata jenderal lapangan, Muh Iqbal.
Selain itu, lanjut Iqbal, agar Rumah Sakit Kartini dan Rumah Ananda ditutup. Serta tiga manajemen Rumah Sakit Daerah seperti RSUD Bantaeng, RSUD Jeneponto dan RSUD Takalar diberikan sanksi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dr. Ichsan Mustari
mengatakan, kasus ini saat sedang dalam pembahasan serius dan akan menindak lanjuti persoalan tersebut, tegasnya.
Penulis : Red
Editor : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2020







