Hari Guru Nasional 2025: PPG Naik 620 Persen, Kasubbag TU Sampaikan Pesan Menag

Oplus_131072


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β€” Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, Sopyan Yasri, S.Ag., M.Sos.I., bertindak sebagai Pembina Upacara pada Peringatan Hari Guru Nasional 2025 yang digelar di Halaman Kantor Kemenag Bantaeng, Selasa (25/11/2025).

Upacara dengan tema β€œMerawat Semesta dengan Cinta” tersebut dihadiri oleh pimpinan Kemenag Bantaeng, para Kepala KUA se-Kabupaten Bantaeng, ASN lingkup Kantor Kemenag, serta seluruh ASN pada KUA kecamatan.

Dalam sambutannya, Kasubbag TU membacakan Amanat Menteri Agama RI yang menegaskan bahwa Hari Guru Nasional merupakan momentum penting untuk memberikan penghormatan kepada para pendidik sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Guru dipandang bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembentuk karakter, akhlak, dan budi pekerti peserta didik.

Pada kesempatan itu, Kasubbag TU menekankan kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG/PPPG). Menteri Agama menyampaikan bahwa negara terus memperkuat standardisasi profesi guru melalui kewajiban sertifikasi PPG bagi seluruh guru, baik ASN maupun non-ASN.

Jumlah peserta PPG tahun 2025 tercatat meningkat sangat signifikan, mencapai lebih dari 301 ribu guru, atau naik sekitar 620 persen dibanding dua tahun sebelumnya. Lonjakan ini terjadi merata pada guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, serta guru pada binaan Bimas Hindu, Buddha, Kristen, dan Katolik.

Menteri Agama juga mengungkapkan bahwa sekitar 588 ribu guru telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), sementara dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 52 ribu guru honorer telah diangkat menjadi PPPK sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Melanjutkan amanat tersebut, Kasubbag TU menegaskan kembali pesan Menteri Agama bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan bangsa. Guru disebut sebagai figur yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, sekaligus profesi yang melahirkan berbagai profesi lainnya.

Para guru diimbau untuk terus menghadirkan pembelajaran yang memanusiakan, menumbuhkan cinta, serta memperkuat karakter peserta didik, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama.

Bacaan Lainnya

Upacara ditutup dengan ajakan untuk senantiasa memperkokoh dedikasi dan keikhlasan dalam mendidik generasi bangsa. β€œDidiklah anak-anak kita dengan cinta, agar lahir generasi yang mencintai Tuhan, tanah air, dan sesama manusia,” demikian kutipan dari Amanat Menteri Agama yang dibacakan pada kesempatan tersebut. Supriadi Awing

 

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *