HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bantaeng hingga kini belum menerima pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk triwulan JuliβSeptember 2025. Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar dan program sekolah terkendala, bahkan sebagian sekolah terpaksa berutang demi menutupi kebutuhan operasional.
Guru SD Inpres Moti, Kecamatan Gantarangkeke, menyebutkan keterlambatan pencairan terjadi akibat kekosongan jabatan kepala sekolah. Kepala sekolah sebelumnya telah pensiun, sementara hingga kini pejabat pengganti belum ditunjuk.
βDana BOS mulai Juli sampai September belum cair,β ungkap bendahara sekolah, Senin (22/9/2025).
Akibatnya, sejumlah kegiatan terpaksa dibiayai dengan cara berutang antar guru. Bahkan kegiatan besar seperti peringatan HUT RI ke-80 pada bulan Agustus lalu pun harus dijalankan dengan dana pinjaman.
βKeterlambatan pencairan membuat program sekolah tidak berjalan maksimal karena persoalan anggaran,β tambah salah seorang guru.
Selain SD Inpres Moti, beberapa sekolah lain di Bantaeng juga mengalami kendala serupa. Guru-guru mengeluhkan keterlambatan pencairan Dana BOS yang seharusnya bisa mendukung kelancaran program pendidikan setiap triwulan.
Pihak sekolah mendesak Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Pendidikan agar segera menunjuk kepala sekolah definitif untuk mengisi kekosongan jabatan, sekaligus mempercepat proses pencairan Dana BOS.
βKami berharap pemerintah segera turun tangan. Kalau kepala sekolah tidak ada, otomatis banyak administrasi yang tertunda, termasuk pencairan BOS. Ini sangat berdampak pada aktivitas belajar siswa,β harap para guru.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pencairan Dana BOS tersebut.












