JALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Berlawanan Kabupaten Bantaeng menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD dan Kantor Bupati Bantaeng pada Jumat, 1 Agustus 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantaeng yang dinilai cacat prosedural dan sarat kepentingan politik.
Dalam orasinya, juru bicara aksi, Aldi Naba, menegaskan bahwa proses pengangkatan Dirut PDAM disinyalir melanggar regulasi, khususnya Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang kepegawaian PDAM.
> βKami menduga proses pengangkatan ini tidak transparan dan menyalahi aturan. Pemerintah diduga bermain mata karena ada unsur politik balas budi di balik keputusan ini,β tegas Aldi Naba di hadapan massa.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Nawir Genjo, menyuarakan kekecewaan serupa terhadap pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa figur yang diangkat memiliki latar belakang organisasi politik yang sudah diketahui publik.
> βKarena itu kami meminta DPRD dan pemerintah mengkaji ulang pengangkatan tersebut,β ujarnya.
DPRD Bantaeng Siap Tindaklanjuti Aspirasi
Setelah menyampaikan aspirasi di halaman Gedung DPRD, perwakilan massa diterima dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Wakil Ketua DPRD II dari Fraksi PKS dan dihadiri anggota DPRD Fraksi NasDem, Abdul Karim.
Dalam forum tersebut, Abdul Karim menyampaikan komitmen DPRD untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
> βKami bukan eksekutor, tapi penyambung lidah rakyat. Insyaallah, dalam waktu dekat kami akan sampaikan aspirasi ini ke pemerintah daerah dan memanggil pihak PDAM untuk RDP lanjutan. Sikap kami jelas, jika terbukti cacat hukum, kami akan mendorong agar jabatan Dirut PDAM dicabut,β tegasnya.
Ancaman Aksi Lanjutan
Menutup forum tersebut, Aldi Naba menyampaikan ultimatum bahwa aksi yang dilakukan saat ini hanyalah permulaan dari gerakan yang lebih besar.
> βJika tuntutan ini diabaikan, kami akan kembali dengan kekuatan massa yang lebih besar. Ini baru ekstra, belum aksi puncaknya,β pungkasnya.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian. Massa kemudian membubarkan diri secara damai setelah mengikuti RDP, sambil menunggu respons konkret dari DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Supriadi Awing












