Diduga Konsultan Dan PPTK Tutup Mata, Bangunan Perpustakaan SDN Ujung Labbu Dinilai Asal Direhab



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Lagi lagi Pengerjaan pembangunan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) di wilayah Kabupaten Bantaeng Sulsel yang marak diduga dikerja asal asalan alias amburadul.

Termasuk Pengerjaan pembangunan perpustakaan SDN 17 Ujung Labbu Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng kini terkesan jadi sorotan publik, lantaran bangunan tersebut dinilai asal direhab saja, karena nampak terlihat hampir semua pasangan plapon sangat nyaris ambruk atau runtuh.

Pantauan media halilintarnews.id di sekolah SDN 17 Ujung Labbu para dewan guru menjelaskan bahwa gedung itu sudah tidak layak pakai lagi sebab plaponnya hampir semua rubuh dan ambruk, padahal baru beberapa hari saja seusai di rehab, kata dewan guru kepada media halilintarnews.id.

“Lebih parahnya lagi saat mengerjakan rehab gedung perpustakaan sebelumnya tidak ada penyampaian ke pihak sekolah, seharusnya ketuk pintu dulu baru masuk di area sekolah ini,” kesal guru.

Waktu di kerjakan gedung perpustakaan itu sepertinya bagaikan kilat yang begitu cepat selesai, katanya.

“kami juga heran rehabnya bukan plapon yang membahayakan jalannya proses belajar mengajar, jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan siapa yang bertanggung jawab,” tanya guru.

“Kami takut pak beraktifitas proses belajar mengajar dalam ruangan itu karena sudah lama terlihat mau rubu,” ungkapnya.

Hal itu senada dengan Kepala sekolah SDN 17 Ujung Labbu dihadapan halilintarnews.id, mengatakan lihat saja bangunan itu hampir semua plapon kelihatan retak dan nyaris ambruk, sebelum di rehab tidak ada penyampaian ke kami, semestinya beri salam dulu karena kami selaku penanggung jawab di sekolah ini, kata Kepsek.

Bacaan Lainnya

Selain rekan dewan guru salah seorang warga setempat yang enggang di publikasikan edintitasnya dihadapan halilintarnews.id mengatakan,” bangunan perpustakaan itu saya melihat cara kerjanya dikerja asal asalan atau amburadul kenapa tidak plapon saja sudah mulai mengalami keropos dan hampir terjatuh ke lantai, kata warga setempat.

“Hal itu sangat kami sesalkan pihak terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) kabupaten Bantaeng diduga membuta, tuli dan membisu melakukan pembiaran,” pungkasnya.

EditorΒ  Β Β  : Supriadi
halilintarnews.id. 2022

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *