Enam Hari, Proyek Hotmix Jalan 6 Miliar Terancam Putus Kontrak



HALILINTARNEWS.id,TERNATE
Kontrak sudah ditandatangani 8 April 2022. Tak ada pekerjaan berat hotmix jalan, karena kontraktor tak punya AMP. Sementara pekerjaan sudah harus dimulai 30 Juni nanti. Jika tidak, sikap tegas pemerintah. Lanjutkan pekerjaan atau pemutusan kontrak, kemudian tender ulang.

Ketua komisi III DPRD Kota Ternate, Anas U. Malik, mengatakan, peme rintah mengambil tindakan terhadap kontraktor pelaksana yang dinilai lalai laksanakan pekerjaan hotmix jalan di empat ruas jalan yang total senilai Rp. 6 miliar lebih.

“Pemerintah harus memberi sanksi tegas ke kontraktor yang kerjakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) 2022. Kalau perlu pemutusan kontrak dalam rangka menyelamatkan DAK,” katanya, Jumat (24/6/2022).

Sesuai tahapan, kata dia, DPRD desak Pemkot berikan sanksi tegas. Teguran pertama sudah dan komisi III monitoring untuk teguran kedua. “Kalau selanjutnya dalam rangka menyelamatkan DAK, DPRD dorongΒ  pemutusan kontrak,” tegasnya.

Anas mengatakan, pemutusan kontrak yang dilanjutkan dengan kontraktor yang lain. Kebijakan ini dila kukan untuk menyelamatkan DAK. “Banyak keluhan masyarakat, jalan tambal sulam pakai beton. Menunggu tender, PUPR gunakan dana daru rat tambal sulam jalan,” terangnya.

Kontrak ditandai 8 April 2022, menurut dia, hampir tiga bulan tidak ada pekerjaan berat hotmix jalan yang dibiayai DAK dan DAU 2022. Karena tak ada dukungan peralatan produksi campuran beraspal pa nas atau Asphalt Mixing Plant (AMP).

AMP yang ada di Kota Ternate milik Adam Marsaoly dan ada juga di Tidore. Rekanan hotmix jalan berharap menyewa, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda. Sudah begitu pemasangan AMP lama, sementara waktu terbatas.

Kontraktor pelaksana CV Alfa Pratama dan CV Habib Bangun Nusa, sudah cair uang muka 30 persen untuk pekerjaan hotmix ruas jalan Kalumata-Gambesi, jalan Me lati Kalumata dan ruas jalan Pahlawan Revolusi, sementara rekanan hot- mix jalan Jan tidak cair uang muka.

Bacaan Lainnya

“Pekerjaan hotmix jalan dibiayai DAK 2022, jalan Kalumata-Gambesi senilai Rp. 2.187.961. 359,45, Melati (Kalumata) Rp 1, 9 miliar lebih, jalan Pahlawan Revolusi Rp 642.180.705,78, sementara hotmix jalan Jan dibiayai DAU 2022 senilai Rp 1.311.537. 955,” ucap Anas.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Ternate, Rusmansyah, mengatakan sudah menegur rekanan yang melaksana kan pekerjaan hotmix jalan terse but. “Teguran itu karena progres pekerjaan,” katanya.

Menurut dia,PUPR dorong penyedia (kontraktor) untuk segera melaku kan percepatan progres kegiatan hotmix. Karena sesuai Rencana Mutu Kontrak (RMK) dan jadwal dari rekanan, 30 Juni 2022 sudah harus hotmix empat ruas jalan itu.

Tiga ruas hotmix jalan Kalumata- Gambesi, Melati (Kalumata) dan jalan Pahlawan Revolusi dibiayai oleh DAK sudah cair uang 30 per- sen. Sedangkan hotmix jalan ruas Jan yang dibiayai DAU oleh rekanan justru tak cairkan uang muka.

“Kita sudah berikan teguran per tama pada kontraktor pelaksana. Kami meminta untuk percepat pekerjaan hotmix jalan baik yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2022,” ucapnya.

Rusmansyah, menyampaikan kon- traktor pelaksana CV Alfa Pratama melaksanakan pekerjaan jalan Jan dan jalan Pahlawan Revolusi. Se-
mentara CV Habib Bangun Nusa kerjakan jalan Kalumata-Gambesit dan jalan Melati-Kalumata.

Hanya tinggal sepekan, pekerjaan hotmix jalan itu sudah harus dilak sanakan 30 Juni 2022. Jika tidak, pemerintah diminta mengambil sikap tegas. Lanjutkan pekerjaan atau pemutusan kontrak, lalu PPP dilanjutkan tender ulang.

Reporter :Β  Wis
EditorΒ  Β Β  : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2022

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *