Beranda BANTAENG Diduga Ada Konspirasi, Megah Proyek Puskesmas Bissappu Bantaeng Miliyaran Dinilai Bobrok

Diduga Ada Konspirasi, Megah Proyek Puskesmas Bissappu Bantaeng Miliyaran Dinilai Bobrok

339
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Megah proyek pekerjaan rehabilitasi Puskesmas Bissappu yang merupakan fasilitas pelayanan sebagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dinilai pekerjaannya bobrok.

Hal tersebut berdasarkan hasil monitoring langsung oleh Tim Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan yang didampingi oleh media halilintarnews.id, pada rabu (27/10/2021) kemarin.

Tim LPK menjelaskan bahwa pekerjaan kolom praktis pada bangunan baru mulai dari gedung ruang perawatan pria hingga pada ruang farmasi dengan panjang kurang lebih 7.916 meter persegi dan lebar 4 sampai 8 meter. Diduga struktur tulangan beton pada setiap kolom praktis tidak sesuai spesifikasi pemakaian pembesian ukuran diameter yang masuk dalam batas toleransi.”terangnya

Pasalnya proyek pekerjaan yang akan menghabiskan anggaran senilai Rp.5.114.879.000, (Lima milyar seratus empat belas juta delapan ratus tujuh P
puluh sembilan ribu rupiah) berdasarkan nomor kontrak :02/SP/RPB/DINKES-BTG/VII/2021. Melalui Penyedia Jasa: CV.ELECTRICAL MANHATO dengan Konsultan Pengawas CV.NAILAH MULTICOM KONSULTAN, dan masa pelaksanaan 14 juli hingga 10 desember 2021, diduga tidak sesuai perencanaan awal dalam rencana anggaran biaya RAB.

Menurut Ketua LSM LPK Provinsi Sulawesi Selatan Anwar Hasan dihadapan halilintarnews.id mengatakan pengguna anggaran (PA) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr. Andi Ihsan yang ingin dikonfirmasi oleh tim LPK, namun A Ihsan sudah terlebih dulu memblok Via WhatsAppNya.

Begitu pula dengan Konsultan Pengawas firmansyah ST yang ingin dimintai klarafikasinya oleh Tim LPK terkait metode pekerjaan struktur tulangan beton pada setiap kolom praktis dalam kontruksi bangunan tersebut yang diduga tidak sesuai spesifikasi ukuran diameter pembesian yang masuk dalam batas toleransi, Namun Firman tidak memberikan jawaban sama sekali.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mirna S.SI.Apt, Maupun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Habibi S.Si.Apt, yang juga dihubungi melalui via WhastApp nya namun tidak memberikan respon sama sekali.

Baca Juga :  Penandatanganan Deklarasi Damai Calon Kades Serentak Kab.Bantaeng TA 2021

Ditempat yang terpisah Ketua Tim Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan Hasan Anwar, kepada media ini Jumat (29/10/2021) kembali menegaskan bahwa dirinya bersama tim akan terus mengawal megah proyek yang akan menelan anggaran milyaran rupiah pada kegiatan rehabilitasi Puskesmas Bissappu Karena kami menduga adanya konspirasi oleh pihak yang terkait didalamnya.

Menurut Kadis Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Andi Ihsan kepada media halilintarnews.id, mengatakan”saya sangat berterima kasih kepada rekan LSM dan Wartawan atas temuannya di pembangunan Puskesmas Bissappu dan hasil temuannya yang beredar di media Online, kami sudah menindaklajuti dan saat ini sudah penanganan Inspektorat Bantaeng, ungkap Ihsan.

Ia menambahkan terkait pembangunan fisik adalah tanggung jawab mereka dalam hal ini konsultan pengawas pembangunan, karena mereka orang di gaji oleh pemerintah, katanya.

” KETIKA TIM SERINGKALI PERTANYAKAN SIAPAKAH PELAKSANA DALAM MEGAH PROYEK TERSEBUT, SEMUA TERBUNGKAM ”

Hasan Anwar menambahkan bahwa pada proyek Puskesmas Bissappu diduga ada mark up volume pekerjaan yang dapat mengakibatkan kurangnya mutu kualitas dan kuantitas dari kontruksi bangunan tersebut, sehingga dapat merugikan keuangan negara, karena lemahnya pengawasan dalam hal ini pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.

Pondasi Bangunan terlihat jelas diduga tanpa ada galian

Lebih parahnya lagi pondasi bangunan di bagian samping hingga bagian belakang perbatasan rumah warga diduga pondasinya tidak di gali, tutup Anwar.
(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here