Beranda BANTAENG

Warga Bissappu Khawatir Bangunan Ambruk, Megah Proyek Puskesmas Bissappu Bantaeng Milyaran Rupiah Diduga Tanpa Galian Pondasi

365
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG –Menindak lanjuti Pemberitaan sebelumnya pihak Dinkes sudah melakukan rapat evaluasi bersama Pelaksana, Konsultan Pengawas dan Inspektorat untuk menindak lanjuti apa yang menjadi temuan dari tim Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) dan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr.Andi Ihsan mengatakan bahwa sesuai dengan hasil keputusan rapat adapun nantinya yang tidak sesuai dengan RAB Itu akan kami suruh bongkar kembali” tegasnya

Pondasi Bangunan Diduga Tidak digali bagian belakang perbatasan rumah warga

Ketua Tim investigasi LPK Provinsi Sulawesi Selatan Hasan Anwar yang didampingi oleh media halilintarnews.id, kembali kroscek kelokasi proyek pekerjaan rehabilitasi Puskesmas Bissappu yang berada di jalan poros Jeneponto-Bantaeng rabu,(27/10/21) kembali menuai sorotan tajam.

Terlihat jelas pondasi bangunan puskesmas diduga tidak ada galian perbatasan jalan lorong masuk rumah warga sebelah kiri

Pasalnya proyek pekerjaan yang akan menghabiskan anggaran Rp.5.114.879.000, (Lima Milyar Seratus Empat Belas Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Rupiah) berdasarkan nomor kontrak :02/SP/RPB/DINKES-BTG/VII/2021. Melalui Penyedia Jasa: CV.ELECTRICAL MANHATO dan Konsultan Pengawas CV.NAILAH MULTICOM KONSULTAN, masa pelaksanaan 14 juli sampai dengan 10 desember 2021, diduga tidak sesuai RAB sehingga ada indikasi mark up volume pekerjaan yang dapat mengurangi kualitas dan kuantitas dari kontruksi pada bangunan tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan dari Tim Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) dan rekan media ini menjelaskan dari beberapa item pekerjaan yang kembali menjadi sorotan utama yakni kontruksi Bangunan Gedung mulai dari ruang perawatan pria, ruang perawatan anak dan ruang perawatan wanita yang panjangnya 1.050 meter serta gedung ruang isolasi hingga ruang akupresur yang panjangnya 3.916 meter, diduga tidak melaksanakan metode penggalian pondasi baru sebagai struktur utama dari tahap awal proses pekerjaan dalam kontruksi bangunan tersebut.

Pengakuan para tukang pekerja dilokasi proyek bahwa mulai dari samping hingga kebelakang bangunan itu tidak laksanakan penggalian pondasi baru namun hanya dilakukan pemadatan hingga pada dasar tanah titik nol. tukang pun menambahkan bahwa itu juga atas intruksi dan persetujuan konsultan pengawas karena kami hanyalah sebatas pekerja pak.” Terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Bantaeng Kerjasama BBIHP Gelar Business Matching IBT

Hal tersebut juga dibenarkan oleh warga sekitar yang menyaksikan secara langsung saat proses awal pekerjaan tidak ada penggalian tanah. Lanjut salah satu warga yang berada dekat rumahnya dengan badan bangunan pun juga sangat kwatir jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan karena melihat kondisi bangunan puskesmas bissappu sebelumnya tanpa ada pengerjaan penggalian pondasi baru” bebernya

Sementara konsultan pengawas firmansyah ST yang dimintai klarafikasinya oleh Tim LPK terkait metode pelaksanaan dalam kontruksi bangunan sebagai proses awal tahap pekerjaan yang tidak dilakukan penggalian pondasi baru, Namun Firman tidak merespon sama sekali.

Ditempat yang berbeda Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mirna S.SI.Apt, yang juga dihubungi melalui via WhastApp nya mengatakan
” kami akan kroscek kembali bersama inspektorat mengenai hasil fhoto dokumentasi yang dikirimkan oleh tim LPK sudah diteruskan ke pelaksana, konsultan dan inspektorat. Selanjutnya kami akan kroscek dengan dokumentasi yang ada pada konsultan pengawas, dan pelaksana ” ujarnya

Ketua Tim Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan Hasan Anwar, kepada media ini menegaskan bahwa dirinya bersama tim sangat menyayangkan pada kegiatan proyek Rehabilitasi Puskesmas Bissappu Kabupaten Bantaeng yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah tersebut sudah keliru terkait pembangunan gedung tanpa adanya penggalian pondasi baru sebagai kontruksi proses awal dalam pengerjaannya. Sehingga kami menduga tidak sesuai dengan perencanaan awal pada pembuatan Rencana Anggaran Biaya RAB, dan lemahnya dalam pengawasan oleh pihak terkait dalam hal ini dinas kesehatan kabupaten bantaeng yang mengakibatkan kurangnya mutu kualitas dan kuantitas dari volume pekerjaan yang berindikasi dapat merugikan keuangan negara” tegasnya (Tim)

Masih kata Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Ihsan selaku PA Bangunan Puskesmas tersebut mengatakan,”saya berterima kasih kepada LSM dan wartawan membantu kami atas temuannya, dan semuanya sudah kami rapatkan bersama Kepala Inspektorat telah menindaklanjuti. “Soal bangunan fisiknya itu tanggung jawab mereka dalam hal ini konsultan karena mereka orang di gaji,” ungkap Kadis dr Andi Ihsan

Baca Juga :  Bupati Bantaeng Hadiri Dialog Hari Santri 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here