Beranda JENEPONTO

Terkait Rehab SMPN 4 Tamalatea Diduga Siluman, Ini Tindakan PPK Dikbud Jeneponto

133
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Pengerjaan proyek pembangunan rehab dua unit gedung Laboratorium dan Mushalla di SMPN 4 Tamalatea Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, diduga Proyek abal abal alias siluman.

Kenapa tidak? Patut dinilai sangat aneh dan sangat ironis, karena berapa besar anggarannya, pihak rekanan maupun konsultan pengawas mengaku tidak tahu menahu berapa nilai kontrak pada Pengerjaan Rehabnya itu.

“Saya tidak tahu berapa besar anggarannya”, Kata H. Jafar sebagai pelaksana, seirama dengan Ahmad sebagai Konsultan pengawas, ketika dikonfirmasi melalui telepon mereka masing masing. Rabu, 6 Oktober 2021.

Rekan wartawan mempertahankan berapa besar anggarannya proyek pengerjaan rehat tersebut, karena tidak adanya terpasang papan Informasi pada lokasi kedua unit Pengerjaan rehab di SMPN 4 Tamalatea tersebut, padahal menurut tukangnya sudah satu minggu berjalan pekerjaan.

Anehnya lagi, karena H. Jafar sebagai pelaksana mengatakan tidak mesti ada gambar, sedangkan Ahmad sebagai Konsultan pengawas mengatakan harus ada gambar, sebagai pedoman pekerjaan.

Pada pengerjaan rehab gedung Laboratorium dan Mushalla di SMPN 4 Tamalatea yang diduga dikerjakan oleh CV. Aulia Abadi, nampak bahan kayu yang digunakannya dinilai tidak berkualitas baik lesplanknya maupun balok yang digunakannya, padahal sebenarnya harus menggunakan kayu kelas dua.

Sekaitan dengan itu, Siska selaku pelaksana teknis kegiatan (PPTK), ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengaku tidak tahu tentang kayu yang digunakan dan bahkan lebih ironisnya lagi, biar Kontraktor pelaksana dia tidak tahu CV apa yang mengerjakan.

Siska hanya mengarahkan rekan Media ini untuk mempertanyakan ke Ahmad sebagai Konsultan pengawas dan ke Rahmat Sasmito sebagai PPK, namun gagal dikonfirmasi, karena Rahmat Sasmito tidak ada di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Proses Pencairan Dak Dikbud Jeneponto Diduga Syarat Pungli, Bendahara Akui Terima Setoran Rekanan

Namun setelah berita naik, keesokan harinya Rahmat Sasmito sebagai PPK menghubungi Redaksi Media ini, minta agar dinaikkan juga komentarnya.

Menurutnya, dia sudah pernah menyampaikan kepada semua kontraktor, bahwa sebelum dimulai pekerjaan supaya memasang papan Informasi lebih awal.

“Saya sudah sampaikan kepada semua kontraktor pelaksana dalam hal ini penanggung jawab CV, untuk memajang papan Proyek sebelum di kerjakan, jadi jika ada pekerjaan proyek yang tidak terpasang bukan lagi rana saya,” katanya. Kamis 7/10/2021.

Rahmad Susmito menambahkan, bahwa setelah mendengar informasi membaca di media halilintarnews id,”saya gerak cepat melakukan tindakan berupa sangsi surat teguran,” Ujarnya..

Rahmat Sasmito tidak ada di ruang kerjanya saat mau dikonfirmasi, karena dia sedang ada di Jakarta. “Saya masih di Jakarta dalam hal kegiatan kedinasan, beberapa hari lagi baru saya balik ke Jeneponto,” Ujarnya.

“Saya minta agar percakapan saya ini dimuat sebab papan proyek itu sudah terpasang, silahkan di cek ke lokasi,” Katanya.

Berdasarkan bukti surat teguran dikirim melalui WA redaksi halilintarnews.id, dengan nomor: 082/ST/XII/2021, di tujukan kepada Kontraktor pelaksana CV DUTA TEKNIK KONSTRUKSI.

Terkait masalah kayu yang terpasang di proyek sekolah SMPN 4 Tamalatea, dikatakannya berdasarkan dengan kayu putih,”kami sudah perintahkan konsultan untuk melakukan uji di Kantor Kehutanan, sebab bukan tugas saya untuk menentukan kayunya kelas dua atau kelas berapa.

Rahmad Susmito juga mengakui dirinya juga pernah wartawan dan punya media yang sudah bersertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat “UTAMA” beber Rahmat Susmito lewat selulernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here