Beranda Ternate

Oknum Anggota Polri  Diduga Hantam Wartawan, PWI Malut Akan Menyurat ke Kapolri, Dewan Pers dan PWI Pusat

100
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, MALUT — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku Provinsi Maluku Utara, bertindak tegas akan menyurat ke Kapolri, Dewan Pers dan PWI pusat, terkait adanya Oknum Polisi seragam dinas provos melakukan tindakan anarkis terhadap mitra kerjanya junalis.

Tindakan oknum polisi itu dinilai melanggar kode etik tugas kepolisian Republik Indonesia, karena Polri selaku pengayom, pelayanan dan pelindung Masyarakat.

Sangat disayangkan oknom polisi tersebut, bukan lagi melindungi, mengayomi malah membuat keresahan main hakim sendiri bertindak kekerasan terhadap wartawan, bagaikan preman jalanan yang tidak beritika, mengusir mendorong red wartawan dari lantai II, di kantor Wali Kota Ternate saat menjalankan tugasnya, ingin mengambil gambar, selasa 20/10/2020 kemarin.

Sejumlah jurnalis mendengar teriakan meminta turun semua dari lantai II Kantor Wali Kota Ternate, terlihat oknum polisi bersama Polwan diikuti sambil bertanya dasar regulasinya,”Pers pakai UU apa, menyebut berulang turun,turun, kata oknum polisi itu. Insiden represif oknum-oknum polisi itu terjadi sekitar pada pukul 17.30 Wit.

Hal ini sangat di sayangkan tindakan oknum polisi yang berpakai seragam mendapat kecaman dari berbagai elemen, dari organisasi kewartawanan Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) maluku Utara.

Sekretaris PWI Malut, Adnan Ways, mengecam tindakan oknum polisi tersebut. Yang dinilai menghalang – halangi tugas Jurbalis / wartawan sesuai dengan UU Pers  Nomor 40 Thn 1999, tentang Pers, siapapun yang dengan sengaja menghalang – halangi tugas Wartawan maka akan di kenakan penjara selama 2 Tahun Penjara dengan denda sebesar 500 Juta Rupiah.

Ia menambahkan maraknya beredar vidio dan foto di media sosial,digrup Whats App, atas insiden yang dilakukan oknum Polisi tersebut, tidak sesuai dengan perjanjian MOU nota kesepakatan  Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Pers, Nomor.01/DP/MOU/II/2012/ dan Nomor.05/II/2012 pada Tanggal 9/2/2012, Ungkap Adnan.

Terkait peristiwa itu diminta kepada Kapolres, Kapolda dan Kapolri untuk memberikan arahan kepada seluruh anggotanya hasil perjanjian MOU Nota kesepakatan tersebut agar tidak terulang lagi anarkis kepada rekan kerjanya (Jurnalis), tutur Adnan.

Penulis : Rustam/Sir
Editor    : Akhmad Basir Noer
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here