Beranda GOWA

Diduga Terbebani Mata Pelajaran One Line Siswi SMA Mengakhiri Hidupnya Nekat Meneguk Racun Hama

231
0


HALILINTARNEWS.id, GOWA – Sat Reskrim Polres Gowa terus melakukan penyelidikan terkait perkembangan kasus Siswi SMA berinisial Ms (16) yang mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun rumput beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir memimpin langsung personil, menuju ke rumah korban di Dusun Bontote’ne, Desa Bilalang Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa, Selasa (20/10).

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir mengatakan, bahwa pihaknya mendatangi kediaman korban untuk melakukan olah TKP kembali untuk mencari fakta yang sebenarnya sekaligus mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban.

“Betul, kemarin (Selasa) kami berkunjung ke rumah korban dan bertemu dengan kedua orang tua korban serta pemerintah setempat juga kepala sekolahnya.

Selain itu kami kembali melakukan olah TKP
untuk mencari fakta lain untuk kami dalami guna mengetahui motif sebenarnya,” ungkap AKP Jufri Natsir, Rabu (21/10/2020).

Jufri juga menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah memeriksa 5 beberapa orang saksi dan setelah dilakukan olah TKP, pihaknya akan kembali memanggil beberapa orang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Iya hari ini (Rabu) kita akan kembali memanggil beberapa orang saksi, sebelumnya kami memeriksa 5 orang saksi terutama keluarga dan rekan korban,” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir menjelaskan bahwa perkembangannya masih dalam penyelidikan terkait kasus tersebut dan akan kami release ke rekan rekan media.

“Meski keluarga korban menolak untuk dilakukan Outopsi namun kami tetap mencari fakta yang sebenarnya dan juga akan mengumpulkan keterangan keterangan lain termasuk celuler milik korban akan kami dalami periksa,” tutupnya.

Kasus ini diduga Korban terbebani mata pelajaran, tugas One Line dari Pihak sekolah ( guru ), yang kian menumpuk sehingga korban, tidak mampu menyelesaikan tugas dengan alasan dugaan Jaringan, berhubung rumah korban berada di lokasi pengunubgan yang tidak terjangkau jaringan Internet, (Luring).

Menurut Jufri, pihaknya akan terus mendalami kasus ini hingga tuntas, dan meminta kepada segenap siswa (i), agar tidak mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri, akan tetapi dapat berkonsultasi dengan para medis, yang ahli di bidang kejiwaan, sebagai solusi terbaik Tegasnya.

Penulis : HM/ Ikbal
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here