Tak Lagi Jadi Limbah, RSUD Anwar Makkatutu Sulap Sampah Organik Jadi ‘Emas’ Bernilai Ekonomi Lewat PESONA EMAS



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Komitmen RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang ramah lingkungan kini diwujudkan melalui inovasi Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Emas (PESONA EMAS).

Program ini menjadi terobosan dalam pengelolaan sampah organik rumah sakit dengan mengubah limbah yang sebelumnya menjadi beban menjadi produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan.

Inovasi yang digagas oleh Nur Adhyanti Bone, SKM ini merupakan bagian dari upaya mendukung konsep Green Hospital, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, mengurangi pencemaran lingkungan, serta memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan rumah sakit.
Berdasarkan proposal inovasi, PESONA EMAS mulai diinisiasi pada tahun 2024, dilanjutkan dengan tahap uji coba pada 2024–2025, dan mulai diimplementasikan secara penuh pada tahun 2026.

Program ini berangkat dari tingginya volume sampah organik yang dihasilkan rumah sakit setiap hari, terutama dari area taman dan Instalasi Gizi yang menghasilkan sisa makanan pasien maupun limbah pengolahan bahan makanan.

Selama ini, sebagian besar sampah organik masih berakhir di tempat pembuangan sementara dan kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan biaya operasional rumah sakit, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga berkembangnya vektor penyebar penyakit.

Melalui inovasi PESONA EMAS, pola pengelolaan sampah diubah secara menyeluruh dari sistem “kumpul–angkut–buang” menjadi “pilah–olah–manfaatkan”.

Seluruh unit kerja didorong melakukan pemilahan sampah organik sejak dari sumbernya sebelum diolah menggunakan teknologi tepat guna menjadi kompos, pupuk organik cair, maupun media budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap. Dimulai dari penyediaan sarana dan prasarana seperti drum komposter, compost bag, cairan penghancur, hingga perlengkapan pengemasan hasil produksi.

Bacaan Lainnya

Tahap berikutnya adalah uji coba pengolahan sampah organik yang berasal dari taman dan Instalasi Gizi. Setelah proses berjalan optimal, hasil olahan dimanfaatkan untuk penghijauan kawasan rumah sakit dan disiapkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Keunggulan utama PESONA EMAS terletak pada sistem pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari proses pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhir. Inovasi ini juga dilengkapi sistem monitoring dan evaluasi berkala terhadap jumlah sampah yang diolah, volume pupuk yang dihasilkan, frekuensi pengangkutan sampah, serta tingkat pemanfaatan dan pemasaran produk olahan.

Manfaat yang diharapkan dari program ini tidak hanya dirasakan oleh rumah sakit, tetapi juga Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, inovasi ini menjadi salah satu solusi dalam mengurangi beban pengelolaan sampah. Sementara bagi rumah sakit, program ini mampu menekan biaya pengangkutan dan pengelolaan limbah organik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan bebas bau.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan memperoleh manfaat melalui pemanfaatan produk hasil pengolahan sampah organik, seperti kompos dan pupuk organik yang dapat digunakan untuk kegiatan pertanian maupun penghijauan.

Melalui implementasi PESONA EMAS, RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu menargetkan terbentuknya sistem pengelolaan sampah organik yang terstandar, meningkatnya kepatuhan seluruh unit kerja dalam melakukan pemilahan sampah sesuai SOP, berkurangnya volume sampah yang dibuang ke TPA, serta meningkatnya partisipasi seluruh pegawai dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Inovasi ini juga diharapkan mampu mendukung pemenuhan standar mutu pelayanan dan akreditasi rumah sakit, sekaligus memperkuat implementasi konsep Green Hospital yang menekankan keseimbangan antara pelayanan kesehatan, efisiensi operasional, dan kelestarian lingkungan.
Dengan hadirnya PESONA EMAS, RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu menunjukkan bahwa pengelolaan limbah bukan sekadar kewajiban, melainkan dapat menjadi peluang untuk menciptakan inovasi yang produktif, bernilai ekonomi, dan memberikan manfaat nyata bagi rumah sakit, pemerintah daerah, masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Bantaeng. (Supriadi Awing)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *