SPBU Disorot! Mobil Tangki Modifikasi Diduga Kuras BBM Berulang, Warga Desak Polisi Bertindak

Oplus_16908288


HALILINTARNEWS.id, SULSEL β€” Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan dilaporkan semakin panjang dan terjadi hampir setiap hari.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan maraknya aktivitas pelangsiran dan penimbunan BBM oleh oknum tertentu yang memanfaatkan kendaraan dengan tangki yang diduga telah dimodifikasi.

Warga mendesak aparat kepolisian bersama instansi terkait segera melakukan penertiban dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai melakukan pengisian BBM secara berulang.

β€œKami meminta pihak kepolisian melakukan penertiban terhadap mobil-mobil yang tangkinya diduga telah dimodifikasi.

Kendaraan tersebut diduga bolak-balik mengantre untuk melakukan pengisian sehingga antrean semakin panjang,” ujar seorang warga.

Warga juga menduga terdapat kendaraan yang melakukan pengisian BBM lebih dari satu kali dalam waktu berdekatan. BBM yang diperoleh kemudian diduga dikeluarkan menggunakan perangkat tertentu dan dipindahkan ke tempat penampungan.

β€œSetelah pengisian, BBM tersebut diduga langsung disedot dan dikeluarkan di tempat penampungan,” ungkapnya.

Tak hanya kendaraan, warga juga meminta aparat menyelidiki dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu di lingkungan SPBU apabila ditemukan indikasi pembiaran atau kerja sama dalam praktik pelangsiran maupun penimbunan BBM.

Bacaan Lainnya

Menurut warga, praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat karena memperpanjang antrean dan menyulitkan konsumen mendapatkan BBM, terutama BBM bersubsidi.

Karena itu, aparat diminta tidak hanya memeriksa kendaraan yang dicurigai, tetapi juga menelusuri pola transaksi dan pengisian BBM melalui rekaman CCTV maupun data penjualan SPBU.

Warga berharap penertiban dilakukan secara tegas dan menyeluruh agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran serta tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun praktik penimbunan. (Red)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *