BBM Langka Hantam Bantaeng, Sekolah TK hingga SMP Terpaksa Beralih ke Daring

Oplus_16908288


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Kelangkaan dan keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada aktivitas pendidikan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bantaeng memutuskan mengalihkan sementara pembelajaran jenjang TK, SD, dan SMP dari tatap muka menjadi daring/online.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/1413/DISDIKBUD tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring bagi Murid Jenjang TK, SD, dan SMP Lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Dalam surat edaran tersebut, pembelajaran daring diberlakukan mulai 14 hingga 18 September 2026.

Disdikbud menyebut kebijakan itu sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan proses pendidikan di tengah kondisi keterbatasan BBM yang berpotensi mengganggu mobilitas murid, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua atau wali murid.

Selama pembelajaran daring berlangsung, guru diperbolehkan menggunakan berbagai platform atau media pembelajaran yang tersedia dan mudah diakses oleh siswa.

Guru juga diminta tetap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid, terutama apabila terdapat siswa yang mengalami kendala dalam mengikuti pembelajaran secara daring.

Kepala satuan pendidikan bertanggung jawab memastikan proses belajar tetap berjalan sesuai tujuan pembelajaran dan kalender pendidikan. Sekolah juga diminta memastikan kegiatan belajar berlangsung efektif, terarah, serta tidak membebani murid maupun orang tua.

Disdikbud Bantaeng selanjutnya akan melakukan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan ketersediaan BBM dan kondisi daerah.
Apabila situasi telah kembali normal dan memungkinkan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan, pihak Disdikbud akan menyampaikan pemberitahuan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Bantaeng dan diharapkan menjadi langkah sementara agar proses pendidikan tetap berjalan meski daerah menghadapi keterbatasan BBM. (Red)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *