Pemkab Bantaeng Bahas Distribusi BBM dan LPG 3 Kg, Antrean SPBU Jadi Perhatian



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β€” Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Bantaeng. Rakor berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Selasa (15/9/2026).

Rapat dipimpin Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, dan dihadiri Ketua DPRD Bantaeng H. Budi Santoso, Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, Penjabat Sekretaris Daerah Bantaeng Dr. H. Muhammad Tafsir, Pejabat Fungsional Jaksa pada Kejari Bantaeng Abi Rafdi Zhahiri, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantaeng Andi Sjafruddin Magau, para kepala OPD, camat, lurah, agen LPG, serta pengelola SPBU.

Rakor tersebut digelar menyikapi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU serta keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh LPG 3 Kg. Pemerintah daerah bersama unsur terkait membahas langkah penanganan agar distribusi BBM dan LPG bersubsidi dapat berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran.

Dalam rakor, pihak SPBU menyampaikan bahwa ketersediaan stok BBM secara umum masih aman. Namun, meningkatnya kebutuhan masyarakat membuat penyerapan stok berlangsung lebih cepat sehingga antrean kendaraan terjadi hingga larut malam.

Bupati Bantaeng mengatakan, berdasarkan laporan pengelola SPBU, stok BBM di sejumlah SPBU rata-rata habis pada sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WITA.

β€œSebenarnya stoknya ini tidak terganggu, cuma memang kebutuhannya yang meningkat. Jadi stoknya aman karena tadi dari semua SPBU menyampaikan tidak ada yang kuotanya dikurangi. Malah ada satu yang ditambah, yakni dari pihak SPBU Parasula,” ujar M. Fathul Fauzy Nurdin.

Pemkab Bantaeng, kata dia, membuka peluang penambahan kuota bagi SPBU yang mengalami peningkatan kebutuhan. Pemerintah daerah siap memberikan rekomendasi untuk pengajuan tambahan kuota kepada Pertamina.

β€œKalau memang teman-teman butuh, ajukan saja. Nanti suratnya kita setujui untuk dikirim ke Pertamina untuk ditambah kuotanya,” katanya.

Bacaan Lainnya

Bupati juga mengapresiasi sejumlah SPBU yang telah menerapkan pembatasan pembelian berdasarkan pelat nomor kendaraan, termasuk sistem ganjil-genap. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengurai kepadatan antrean dan mencegah kemacetan.

β€œTerima kasih sudah menerapkan sistem ganjil-genap. Penerapan sistem ini diharapkan dapat membantu mengurangi antrean dan berkurangnya kemacetan. Kasihan masyarakat yang harusnya mengantar anaknya ke sekolah, pergi ke kantor, bekerja, akhirnya terhambat karena masalah antrean di SPBU,” ujarnya.

Selain persoalan BBM, distribusi LPG 3 Kg turut menjadi perhatian dalam rakor. Bupati menyebut adanya laporan mengenai dugaan penyalahgunaan distribusi serta penjualan LPG bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

Bahkan, ditemukan harga LPG 3 Kg yang mencapai Rp35.000 per tabung. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius karena LPG 3 Kg merupakan kebutuhan penting masyarakat.

Bupati meminta seluruh agen LPG memperketat pengawasan terhadap pengecer di wilayah masing-masing. Agen juga diminta kembali melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan para pengecer untuk memastikan penyaluran LPG 3 Kg sesuai peruntukannya.

β€œKita ingin LPG 3 Kg ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. Karena itu, pengawasan dari agen sampai pengecer harus diperketat,” tegasnya.

Pemkab Bantaeng bersama Forkopimda dan seluruh pihak terkait selanjutnya akan memperkuat pengawasan serta koordinasi dengan Pertamina dan aparat penegak hukum.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG 3 Kg berlangsung tertib, tepat sasaran, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bantaeng.

Reporter : Anto
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *