HALILINTARNEWS.id, WAJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di Lapangan Kantor Bupati Wajo, Selasa (28/7/2026), sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau yang mulai berdampak pada menurunnya ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Bupati Wajo Andi Rosman diwakili Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin. Salat berjamaah tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Kementerian Agama, para kepala perangkat daerah, ratusan aparatur sipil negara (ASN), serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, dr. Baso Rahmanuddin menegaskan bahwa Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar batin yang harus berjalan seiring dengan upaya nyata pemerintah dalam mengantisipasi dampak musim kemarau.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi Kabupaten Wajo. Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia berharap turunnya hujan dapat menghidupkan kembali lahan pertanian, menjaga ketersediaan air bersih, serta mendukung aktivitas masyarakat dan keberlangsungan perekonomian daerah.
Suasana Salat Istisqa berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan. Khutbah disampaikan oleh Menteri Agama RI, Gurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang mengajak umat Islam menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperbanyak taubat, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan kelestarian lingkungan.
“Salat Istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi pengingat agar kita terus memperbaiki diri, menjaga alam, dan mempererat kepedulian sosial,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan seluruh jamaah agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, sekaligus melindungi Kabupaten Wajo dari dampak kekeringan yang berkepanjangan. Andi Indera Dewa












