Kemarau Berkepanjangan, Aktivis Bantaeng Desak Pemda Gelar Salat Istisqa



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β€” Kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bantaeng mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Keterbatasan air tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mulai berdampak terhadap sektor pertanian.

Di tengah kondisi tersebut, momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat spiritualitas sekaligus melakukan ikhtiar bersama.
Salah seorang aktivis Bantaeng, Ichzan, meminta Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk menginisiasi pelaksanaan salat Istisqa bersama masyarakat sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Selain langkah teknis untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, upaya spiritual juga dinilai penting dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

β€œMomentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Kita bisa menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat spiritualitas dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi kekeringan,” ujar Ichzan.



Ia berharap Bupati Bantaeng dapat mengambil langkah untuk menggelar salat Istisqa secara bersama-sama, sehingga masyarakat dapat memanjatkan doa dan memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan dapat berakhir.

Ichzan mengatakan, dampak kemarau mulai menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti air untuk minum, mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kondisi tersebut juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan pertanian apabila berlangsung lebih lama.

β€œKita tentu berharap ikhtiar ini menjadi salah satu jalan agar Allah SWT memberikan hujan dan mengakhiri kondisi paceklik yang dirasakan masyarakat. Ini bukan hanya persoalan pemerintah, tetapi menjadi ikhtiar kita bersama untuk masyarakat Bantaeng,” katanya.

Ia menegaskan, pelaksanaan salat Istisqa bukan berarti mengesampingkan langkah penanganan secara nyata. Pemerintah tetap perlu memperkuat distribusi air bersih serta mengambil langkah antisipasi terhadap dampak kemarau, khususnya di wilayah yang mengalami krisis air.

Bacaan Lainnya

β€œIni salah satu bentuk upaya kita bersama, bagaimana supaya kondisi paceklik bisa berakhir di Bumi Butta Toa. Ikhtiar secara lahiriah harus berjalan, begitu pula ikhtiar secara spiritual,” tutup Ichzan. (Red)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *