HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Sekolah Dasar (SD) Negeri 23 Salluang, Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kembali menggelar Buka bersama di lapangan upacara SDN 23 Salluang, pada Rabu (19/3/2025).
Turut hadir Kepala Dinas Dikbud, Muslimin, Pengawas sekolah, Babinsa Kec. Bissappu, Bhabinkamtibmas Kec. BissappuΒ Komite Sekolah. Kepala Desa Bonto Salluang dan tokoh masyarakat.
Dalam acara buka bersama tersebut awalnya dilaksanakan di halaman SDN 23 Salluang berhubung tiba-tiba datang hujan terpaksa kegiatan dilaksanakan di ruangan kantor dan beberapa ruangan kelas.
Terlihat puluhan ibu parenting antusias mendampingi anaknya berbuka sama-sama gurunya dalam kelas.
Kepala Sekolah SDN 23 Salluang Hj. Nurlia, S.Pd kepada media halilintarnews.id mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kebersamaan, dan berbagi keberkahan Ramadan dan utamanya untuk menanamkan karakter islami siswa agar maksimal beribadah di bulan Ramadan, menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi kepada para peserta didik. Kata Kepsek Hj. Nurlia.
“Kegiatan ini telah kami siapkan susunan acara, mulai dari pengajian, pembacaan doa, dan sepatah kata dari Kadis Dikbud Bantaeng dan Kepsek namun kendalanya tiba-tiba datang hujan sehingga acara di percepat menanti tiba buka Puasa,” ungkap ibu Nurlia dihadapan halilintarnews.id.
βRamadan adalah bulan penuh berkah, dimana setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi dan mempererat rasa kepedulian sosial. Bukber ini didasarkan pada ajaran Islam yang menekankan pentingnya silaturahmi dan kebersamaan,β ujarnya.
Kegiatan Bukber ini dilaksanakan rutin setiap tahun pada bulan suci Ramadhan.
Hj. Nurlia mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bukber terakhirnya yang akan memasuki masa pensiun beberapa bulan lagi. Sehingga ia ingin meninggalkan kesan yang baik kepada warga sekolah yang dipimpinnya.
“Bulan September tahun 2025 ini saya akan pensiun. Jadi saya ingin buka bersama yang terakhir saya ini meninggalkan kesan bagi para siswa, guru, dan masyarakat sekitar sekolah,” jelasnya.
Ia harap kegiatan ini tidak hanya menjadi momen kebahagiaan sesaat, tetapi juga dapat memberikan kesan mendalam dan kebahagiaan bagi para siswa dan harus terus terjalin sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian antar sesama.
“Semoga kebersamaan ini tidak hanya berhenti hari ini, tapi terus terjalin sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian antar sesama. Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum ajakan untuk memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri, dan mempererat hubungan dengan Allah dan sesama,”tutup Kepsek Hj Nurlia
(Supriadi Sanusi)












