Bongkar Dugaan Jual Beli Lapak, Hendra Kasim Apresiasi Langkah Kejari Kota Ternate



HALILINTARNEWS.id,TERNATE-Praktisi hukum, Hendra Kasim merespon positif langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Ternate mengusut dugaan jual beli lapak di pasar Ternate. Hendra mengapresiasi upaya proses hu- kum yang dilakukan Kejari.

Hendra Kasim yang juga advokat ini berharap Kejaksaan Negeri Ternate mengusut serius dugaan jual beli lapak secara illegal dan masalah retribusi parkir yang diduga disalahgunakan oknum tertentu di Kota Ternate.

β€œMasalah begini harus dibongkar, sehingga siapa pelakunya harus ditangkap dan diadili jangan didiam kan. Kalau Kejari tidak serius mengusut masalah ini, maka akan terjadi di Kota Ternate,” tegasnya, Sabtu (1/4/2023).

Menurut dia, dugaan jual beli lapak di Kota Ternate tentu berpengaruh langsung pada perekonomian warga. Begitu banyak warga atau para pedagang yang mempertaruh kan nasibnya di pasar. Pedagang itu mengalami keterpurukan, karena praktik yang buruk seperti yang terjadi di Kota Ternate.

β€œSehingga itu, jangan biarkan masalah seperti ini terjadi, harus dibongkar. Penyidik harus panggil semua pihak yang terlibat untuk diperiksa,” harapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Muchlis Djumadil diperiksa tim penyidik Kejari. Selain Muchlis, Kepala UPTD Pasar Ternate Tengah, Guntur Doa, juga ikut dimintai klarifikasi terkait jual beli lapak, retribusi pasar dan retribusi parkir pada Jumat (31/3/2023).

Kepala Kajari Ternate, Abdullah mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap Kadis Perindag. Selanjutnya akan dilakukan pemanggilan terhadap semua orang yang terkait. β€œTidak hanya Pasar Higienis, semua pasar yang ada di Kota Ternate,” ujarnya.

Ia menyebut pihaknya telah mengantongi bukti-bukti berupa dokumen yang menguatkan dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan, khususnya masalah sewa lapak termasuk didalamnya parkir. Sehingga itu, pihaknya akan terus melakukan pengusutan hingga tuntas. β€œUjungnya nanti dilakukan penindakan sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Kajari Abdullah menjelaskan, persoalan ini terkait dengan retri busi. Retribusi ini ada pengelolaan pasar dan parkir. Meski demikian, pihaknya tidak tahu mana yang punya kompetensi antara Disperin- dag dan Dinas Perhubungan.

β€œYang terpenting saya membantu Pemkot Ternate dalam hal pening- katan pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya lewat retribusi. Sebab pada 2022 kemarin turun di bandingkan tahun 2021. Jadi ini penting untuk ditelusuri,” ujarnya.

Kajari sebut indikasi banyak permai nan di lapangan yang harusnya retribusi ini capai optimalisasi, sehingga menambah anggaran pendapatan daerah. Sebab lahan parkir di area pasar dikelola oleh Disperindag. Sementara di luar area pasar alias di pinggir jalan ada Dinas Perhubungan.

β€œMisalnya di bagian selatan dikua sai pihak lain, ini kan tidak tertib. Karena kita bicara kebocoran retri- busi jadi terkait dengan retribusi apakah hanya Disperindag atau ada dinas-dinas terkait.Jadi dalam ming gu ini sampai sebelum cuti lebaran kita akan lakukan klarifikasi ke semua pihak dan nanti ujungnya pe nyidikan pidsus,” tandasnya.

Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β  : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023

 

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *