Warga Apresiasi, Dandim 1410 Bantaeng Kunjungi Ratusan Mesjid Gelar Safari Subuh



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Rombongan Dandim 1410 Kabupaten Bantaeng telah mendatangi 223 mesjid yang tersebar delapan Kecamatan 67 Desa dan Kelurahan di wilayah Kabupaten Bantaeng.

Sejak keberadaannya Dandim 1410 bertugas di Bantaeng baru 11 bulan atau 228 hari, mendapat acuan jempol atau apresiasi oleh masyarakat Bantaeng, yang di kenal dekat dengan masyarakan, dan penuh rasa sosial membantu warga yang kurang mampu.

Hal ini yang di ungkapkan salah seoran warga Bantaeng, Hj. Surianti mengatakan, “Ucapan terimakasih atas kedatangan bapak Dandim 1410 Bantaeng di Kampung kami melaksanakan kegiatan safari shalat subuh merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bisa di kunjungi oleh pejabat dan memberi motivasi-motivasi yang positif”. ucap Hj. Surianti.

Hari ini mesjid yang di kunjungi rombongan Dandim 1410 Bantaeng, yakni Masjid Nurul Iman Dusun Balla Tinggia Desa Papan Loe Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, Kali ini merupakan hari ke 228 dan mesjid ke 223 sasaran safari subuh, sabtu 30/4/2022.

Turut serta dalam rombongan Kapten Inf Usman (Danramil 1410- 03/Tompobulu), Serda Mansyur ( Babinsa ramil 1410-03), Pelda Mansyur (Ba Kodim 1410), Serma Sultan (Babinsa Ramil 1410-01), Kopda Zaenal (Ta Provost Dim 1410).

Diawal arahannya melalui mimbar Dandim 1410 Bantaeng
Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos
yang dikenal religius masyarakat Kabupaten Bantaeng sembari memperkenalkan diri dihadapan para jamaah.

“Saya selaku Dandim 1410 Bantaeng bersama rombongan melaksanakan safari sholat subuh berjamaah dengan tujuan sebagai ajang silaturahmi karena ada 2 kelebihan didalam nya yakni memperpanjang usia dan memperbanyak rezeki” ucap Letkol Arm Awan yang akrab disapa.

“Mariki selalu bersholawat setiap mendengar nama Rasulullah SAW disebut, Rasulullah SAW bersabda dalam suatu hadist qudsi, celakalah bagi orang yang tidak dapat melihat wajahku kelak di akhirat yakni orang-orang yang celaka itu adalah mereka yang malas dan enggan bersholawat kepadaku saat namaku Rasulullah SAW disebut”
Imbau Letkol Arm Gatot Awan Febrianto.

Bacaan Lainnya

Kesempatan kali ini Dandim 1410 Bantaeng di hadapan para jamaah menceritakan kisah Rasulullah SAW
yang patut di teladani “kisah Rasulullah SAW berkeluarga, Sitti Khadijah berumur 40 tahun dan Rasulullah SAW berumur 25 tahun menikah dengan seorang janda Selama baginda Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam berumah tangga, Siti khadijah selalu mendukung suaminya dan menenangkan hati Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wassalam saat gundah, menjadi orang yang beriman dan mempercayai kerasulan beliau disaat banyak orang yang mencaci. Seluruh hartanya dihabiskan untuk mendukung perjuangan dakwah Rasulullah SAW hingga tidak menyisakan kekayaan.

Pengorbanan luar biasa seorang istri, bahkan beliau menyampaikan kepada suaminya bila perjuangan dakwah Nabi belum selesai dan akan menyeberangi sungai tidak ditemukan kayu pohon untuk jadi rakit, Siti Khadijah meminta suaminya untuk menggali kuburnya dan ambil tulang belulangnya agar dijadikan rakit untuk menyeberang baginda Rasulullah SAW cinta yang sedemikian mendalam antara Rasulullah SAW dengan Siti Khadijah inilah yang membuat tidak akan pernah tergantikan posisi siti Khadijah di hati Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wassalam dengan istri-istrinya beliau sesudah wafatnya” (kutip Al-kisah)

Hadir pula kegiatan safari subuh Imam Masjid Nurul Iman (Wahid),
Hj. Surianti (Kepala Dusun Balla tinggia), Bakri (Ketua RK), Azis Sitaba (Ketua RT) serta Jamaah yang hadir berkisar 65 orang.

Diakhir kegiatan Letkol Arm Gatot Awan Febrianto yang gemar berbagi setiap saat melaksanakan safari subuh memberikan sembako berupa beras kepada Dg. Laju umur 70 tahun warga Dusun Balla tinggia Desa Papanloe

“Kebahagiaan sejati akan kita rasakan manakala kita berbagi kebaikan kepada sesama”. Ungkapnya.

EditorΒ  Β Β  : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2022

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *