HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri sekaligus meresmikan Kampung Pancasila wilayah Kodim 1410/Bantaeng di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Jumat (4/9/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian penilaian Kampung Pancasila 2026 yang diikuti desa-desa terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kegiatan dihadiri Waaster Kasad Bidang Renminter sekaligus Ketua Tim Penilaian Kampung Pancasila, Brigjen TNI Jamaluddin, Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis bersama Ketua Persit KCK Cabang XXVII Kodim 1410/Bantaeng Ny. Seny Angelina Husni, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Asruddin, sejumlah kepala OPD, Camat Bissappu Muzakkir, serta Kepala Desa Bonto Salluang Marzuki.
Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 1410/Bantaeng yang terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mendorong penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Menurutnya, terpilihnya Bonto Salluang sebagai salah satu Kampung Pancasila yang dinilai di tingkat nasional merupakan sebuah kebanggaan sekaligus peluang untuk menunjukkan berbagai potensi dan program pembangunan yang telah dilaksanakan secara kolaboratif.
βKami berterima kasih kepada Bapak Jenderal karena Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu Kampung Pancasila yang dinilai langsung oleh pusat. Kami juga telah menghadirkan seluruh OPD terkait untuk memenuhi berbagai aspek penilaian,β ujar Bupati.
Ia menegaskan, keterlibatan berbagai pihak dalam program tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam membangun daerah. Pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai memiliki peran yang saling melengkapi.
βKontribusi dari jajaran TNI sangat luar biasa. Saat ini sudah terbangun 32 Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, beberapa Jembatan Garuda juga telah dibangun dan diresmikan oleh Presiden RI,β katanya.
Sementara itu, Brigjen TNI Jamaluddin menjelaskan, program Kampung Pancasila 2026 melibatkan 63 Kampung Pancasila terbaik dari seluruh Indonesia yang terpilih untuk mewakili masing-masing Kodam.
Penilaian dilakukan melalui sejumlah aspek, di antaranya pembinaan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pembinaan Wirausaha Mandiri (Wandra), pembinaan Karang Taruna, serta social media challenge.
Para peserta akan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga pada sejumlah kategori, serta penghargaan juara umum tingkat nasional.
βDengan adanya lomba Kampung Pancasila ini, tentunya diharapkan dapat menjadi leader bagi kampung-kampung lainnya untuk menjadi Kampung Pancasila berikutnya,β ujar Brigjen TNI Jamaluddin.
Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, mengatakan Desa Bonto Salluang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat desa tersebut memiliki mata pencaharian yang beragam, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, swasta, aparatur sipil negara (ASN), hingga TNI dan Polri.
Di bidang infrastruktur, sejumlah pembangunan dan rehabilitasi jembatan juga telah dilakukan guna mendukung konektivitas serta aktivitas masyarakat.
βTerdapat tiga jembatan yang telah direhabilitasi dan masuk dalam data Kementerian Dalam Negeri,β jelasnya.
Selain rehabilitasi, pembangunan jembatan baru juga dilakukan. Secara keseluruhan, terdapat lima jembatan yang telah rampung 100 persen, terdiri atas dua jembatan gantung dan tiga jembatan beton.
Peresmian Kampung Pancasila di Desa Bonto Salluang diharapkan tidak sekadar menjadi agenda penilaian, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, Kampung Pancasila diharapkan mampu menjadi contoh dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mendorong pembangunan dan pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan.
Reporter : Anto
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026












