160 Siswa Tana Toraja Tumbang Usai Santap MBG, Polisi Bongkar Penyebabnya



HALILINTARNEWS.id, TANA TORAJA – Sebanyak 160 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gangguan kesehatan tersebut muncul setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026).

Sekretaris Daerah Tana Toraja sekaligus Ketua Satgas MBG, Rudy Andi Lolo, membenarkan jumlah siswa yang terdampak mencapai 160 orang.

β€œIya, jumlahnya total ada 160 orang,” kata Rudy kepada Wartawan Jumat (4/9/2026).

Rudy menyebutkan, sebagian siswa harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Hingga Jumat pagi, sebanyak 81 siswa masih menjalani rawat inap di tiga rumah sakit.

β€œJadi tadi pagi sisa 81 orang rawat inap, tapi mungkin hari ini sudah bisa pulang,” ujarnya.

Namun, Rudy juga menyebut terdapat 106 siswa yang menjalani rawat jalan dan langsung diperbolehkan pulang. Rincian tersebut menghasilkan angka yang berbeda dengan total 160 siswa yang sebelumnya disebut terdampak.

Karena itu, data jumlah korban dan status penanganannya masih perlu dipastikan kembali oleh Satgas MBG Tana Toraja agar tidak terjadi perbedaan informasi di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Polisi Turun Tangan
Kasus gangguan kesehatan siswa tersebut kini diselidiki aparat kepolisian. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kondisi yang dialami para siswa, termasuk memastikan apakah terdapat kaitan dengan makanan MBG.

Kapolres Toraja, Budi Hermawan, mengatakan polisi masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

β€œIya, sementara ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari pihak BPOM,” kata Budi.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan sekaligus memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan MBG.

β€œKita harap korban bisa sembuh secepatnya, agar proses penyelidikan bisa dilakukan,” ujarnya.

Polisi juga akan mendalami seluruh rangkaian proses penyediaan makanan untuk memastikan standar keamanan pangan telah diterapkan sebagaimana mestinya.

BGN Evaluasi Pelaksanaan MBG
Kasus di Tana Toraja menjadi sorotan di tengah evaluasi pelaksanaan program MBG secara nasional.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan tengah melakukan evaluasi menyeluruh setelah muncul sejumlah laporan gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG di beberapa daerah.

Kepala BGN Sudaryono mengakui pihaknya terpukul dengan munculnya kasus-kasus tersebut. Namun, ia menegaskan evaluasi dan perbaikan tata kelola program harus terus dilakukan.

β€œTentu kami sangat terpukul sebetulnya, tapi kami tidak boleh menyerah. Insyaallah ini kami perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, penataan keuangannya, dan lain sebagainya,” kata Sudaryono seusai rapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Terkait kemungkinan adanya unsur pidana, Sudaryono menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum.
β€œPidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum,” tegasnya.

Menurut Sudaryono, berdasarkan laporan yang diterima BGN, sejumlah kasus gangguan kesehatan terkait MBG telah masuk dalam proses penyelidikan maupun penyidikan. Namun, ia tidak merinci lokasi dan perkara yang dimaksud.
β€œApakah ada yang tersangka atau tidak? Kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan,” ujarnya.

Kasus di Tana Toraja kini menunggu hasil pemeriksaan BPOM dan penyelidikan kepolisian. Yang menjadi sorotan bukan hanya kondisi 160 siswa yang terdampak, tetapi juga sejauh mana pengawasan terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG benar-benar berjalan.

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *