Korupsi ADD, Tersangka Oknum Kades dan Sekdes di Bantaeng, Pelimpahan P21 ke Kejari Bantaeng



HALILINTARNEWS id, BANTAENG — Salah satu oknum Kepala Desa dan Sekertaris Desa Bonto Cinde Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng telah di jebloskan masuk ke jeruji besi Polres Bantaeng pada 21/3/2022.

Kepala Desa Bonto Cinde (Kades) inisial SF (47) dan Sekertaris (Skdes) Desa Bonto Cinde MS (41), kedua tersangka Kades dan Sekdes tersebut, telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2016 – 2017, akhirnya di jebloskan masuk ke jeruji besi.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) provinsi Sulawesi Selatan, perhitungan kerugian Negara sebesar Rp 297. 876.220 juta.

Kedua tersangka Kades dan Sekdes Desa Bonto Cinde tersebut, Tim Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Bantaeng
telah melakukan pengiriman (Pelimpahan) tahap II tersangka tindak Pidana korupsi pengelolaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Tahun Anggaran 2016 dan Tahun Anggaran 2017.

Dimana Pelimpahan tahap II melibatkan dua tersangka yakni Kepala Desa (Kades) Bonto Cinde berinisial SF (47) dan Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Bonto Cinde berinisial MS (41).

Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Sub Pasal 3 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana to Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara SH, SIK,M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Bantaeng menjelaskan bahwa perkara sudah dinyatakan P21 oleh Jaksa penuntut umum, Sehingga penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti (tahap II) yang dilaksanakan pada hari ini Kamis, (31/3/2022)

Kasat Reskrim polres Bantaeng, AKP Burhan,SH menyatakan bahwa penyerahan tersangka tahap 2 ini dilakukan pengawalan oleh penyidik atau penyidik pembantu Reskrim Polres Bantaeng

Bacaan Lainnya

“Tersangka dan barang bukti diserahkan pada Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bantaeng dalam keadaan sehat, Selanjutnya, Setelah pelimpahan penanganan kasus selanjutnya beralih ke penuntut umum”, Ungkap AKP Burhan, SH.

Terpisah, Dijelaskan bahwa sebelum pelimpahan, terlebih dahulu dilakukan penahanan di rutan polres Bantaeng.

Diketahui sebelumnya, Polres Bantaeng memutuskan menahan tersangka SF (47), Kades Bonto Cinde dan MS (41) Sekdes Bonto Cinde, pada hari senin, 21 Maret 2022 Lalu.

EditorΒ  Β Β  : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2022

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *