Beranda BANTAENG

4 Bangunan Mega Proyek Dinkes Bantaeng Puluhan Miliar Diduga Salah Bestek Alias Amburadul

468
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Sebanyak 4 paket mega proyek pembangunan Puskesmas dan kantor Dinkes melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan tak hentinya menuai sorotan dari elemen masyarakat dan LSM.

Ke 4 pembangunan tersebut, yakni pembangunan Puskesmas Bissappu Kecamatan Bissappu, dengan anggaran sebesar Rp.5.114.879.000,-
nomor kontrak :02/SP/RPB/DINKES-BTG/VII/2021. Melalui Penyedia Jasa: CV.ELECTRICAL MANHATO dan Konsultan Pengawas CV.NAILAH MULTICOM KONSULTAN.

Salah satunya Ketua LSM Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Hasan Anwar dihadapan media halilintarnews.id, mengatakan kami dari tim LPK Sulsel turun ke lokasi 4 bangunan puskesmas dan kantor Dinkes melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, hasil temuan kami tak lain adalah dasar pertanggungjawaban bahan tindak lanjut pelaporan ke Aparat Penegak Hukum, ungkap Ketua LPK Hasan Anwar.

“Kami soroti 4 bangunan yang marak di publikasikan di berbagai media Online lantaran ke 4 bangunan tersebut diduga tidak sesuai bestek alias kerja amburadul,” jelas Hasan Anwar.

Lebih parahnya lagi pembangunan puskesmas Bissappu juga telah beberapa kali di publikasikan di media online bahwa pondasi bangunan diduga tidak di gali, padahal pondasi bangunan tersebut ketinggian hampir 2 meter, kata Hasan Anwar.

Sementara salah seorang yang mengaku pengawas bersama pekerjanya kepada media halilintarnews.id pekan lalu di bangunan Puskesmas mengatakan, sebelum di pondasi tanahnya diratakan dan di padatkan kemudian di pasang pondasinya, katanya.

Iya juga membenarkan pondasinya tidak di gali cukup di padatkan lebih bagus, kata konsultan pengawas bersama pekerja bangunan dihadapan halilintarnews.id.

Hal senada dengan beberapa warga setempat saat di konfirmasi halilintarnews.id, mengatakan, kami warga di sini khawatir bangunannya ambruk karena pondasinya diduga tidak di gali,”kami ragu ketingian pondasi hampir dua meter,” kata warga setempat.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-76 PGRI, Bupati Bantaeng Hadiri Kemah Karya Pembelajaran Kontekstual

Masih kata Ketua LPK Hasan Anwar, jika di jumlahkan ke 4 mega proyek menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp.13.242.954.918,(Tiga belas milIar dua ratus empat puluh dua juta sembilan ratus lima puluh empat ribu sembilan ratus delapan belas ribu rupiah) diragukan kwalitas dan kwantisnya oleh Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengerjaan Rehabilitasi Gedung Kantor dan Layanan Inovasi Kesehatan anggaran sebesar Rp.3.166.562.000, Nomor kontrak :05/SP/PKDK/DINKES-BTG/IX/2021, melalui pelaksana CV. SURINDO UTAMA PERSADA dan Konsultan Perencana CV.MADU IQKUWAIS.

Rehabilitasi Puskesmas Baruga anggaran Rp.3.927.586.000, dengan nomor kontrak :02/SP/RPB/DINKES-BTG/VII/2021, melalui penyedia jasa CV PUTRA DUA TIGA dan Konsultan Perencana CV ALMAHYRA ENGENEER KONSULTANT.

Proyek Rehabilitasi Penyediaan Sarana dan Instalasi Farmasi, anggaran sebesar Rp.1.003.927.918, nomor kontrak:04/SP/PSIF/DINKES-BTG/VII/2021, melalui pelaksana CV DIVA KARYA MANDIRI dan Konsultan Perencana CV MADU IQKUWAIS.

Ketua Tim Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan Hasan Anwar, kepada media ini sabtu (30/10/2021) kembali menegaskan bahwa dirinya bersama tim akan terus mengawal mega proyek milyaran tersebut.

Pasalnya terkait metode pekerjaan kontruksi di setiap pemakaian pembesian struktur tulangan beton pada setiap kolom utama, balok kolom praktis dan Ringbalk pada bangunan Gedung Utama K1 dan K2. yang diduga tidak sesuai dengan RAB, dalam perencanaan awal yang tidak mengacu kepada spesifikasi Teknis pemakaian pembesian ukuran diameter yang masuk dalam batas toleransi SNI.

Karena kami menduga adanya konspirasi, dan lemahnya dalam pengawasan oleh pihak yang terkait didalamnya. Sehingga berimbas kepada mutu kwalitas dan kwantitas pada kontruksi bangunan tersebut yang terindikasi dapat merugikan Keuangan Negara.

Hasan Anwar menambahkan bahwa kami bersama dengan tim LPK SulSel sementara mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) untuk melanjutkan pelaporan nantinya diakhir pekerjaan sesuai dengan masa tenggang waktu pekerjaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga :  SLRT Sipakatau Bantaeng Jadi Lokus Kunjungan Kabupaten se-Kalimantan Selatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Andi Ihsan mengatakan,”saya berterima kasih kepada LSM dan Wartawan atas bantuannya memberikan informasi terkait temuannya, tetap kami menindaklanjuti, jelas Kadis dr Andi Ihsan.

Soal pembangunan fisik secara tehnisi adalah mereka termasuk konsultan, kata dr Andi Ihsan.

“Hasil temuannya sudah di tangani oleh Inspektorat Bantaeng,” katanya.

Konsultan pengawas mega proyek pembangunan Puskesmas Baruga saat di hubungi selulernya mengatakan terkait bangunan di Baruga jika ada temuannya LSM silahkan lapor saja ke penegak hukum, tegas konsultan pembangunan Baruga kepada halilintarnews.id.

Iya juga mengatakan,” kalau gambar bangunan tidak boleh di perlihatkan,” kata konsultan pengawas Baruga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here