Beranda Uncategorized

Lakukan Penganiayaan Terhadap Jurnalis, Oknum Kepsek di Jeneponto Terancam Pidana, Ini Langkah Kuasa Hukum

856
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Penganiayaan terhadap wartawan yang terjadi tepatnya di jalan Pahlawan kampung Sasaya Kelurahan Bontosunggu Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, pada Rabu 6/10/2021, berkisar pukul 10.30 WITA pekan lalu.

Setelah kejadian penganiayaan pada hari yang sama korban adalah oknum Wartawan Bidik Nasional langsung melaporkan di kantor polres Jeneponto sekaligus digelar Visum di RSUD Anwar Makkatutu.

Berdasarkan bukti pelaporan dugaan tindak pidana penganiayaan dengan nomor polisi No.Pol:LP/202/X/2021/SPKT tanggal 6 Oktober 2021.

Menjelang beberapa hari setelah melapor menurut korban Iskandar dihadapan halilintarnews.id Jumat, 15/10/2021 menjelaskan, kemarin hari Selasa 12/10/2021 telah dilakukan pemeriksaan BAP terkait pelaporan tindak pidana penganiayaan terhadap wartawan, yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah SDI 242 Kanang-kanang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto inisial AS, jelas Iskandar.

“Saya hadiri pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di polres Bantaeng sebagai tindak lanjut pelaporan saya yang kemarin,”kata Iskandar.

Terkait tindak pidana penganiayaan yang menimpa dirinya, kata Iskandar, “sudah ada pendamping kuasa hukum (Pengacara) untuk mengkawal kasus penganiayaan terhadap wartawan BN,”ungkap Iskandar kepada media ini.

Kronologis berawal ketika pelaku beritakan sebelumnya, terkait Dana Program Indonesia Pintar (PIP) atau Bantuan Siswa Miskin Diduga melakukan pungli hingga Raib di Kantong oknum Kepsek SDI 242 Kanang-kanang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto” pada edisi 24/7/2021 lalu, sehingga Kepsek AS diduga marah bagaikan preman yang tak beritika melakukan tindak penganiyaan terhadap wartawan,pungkas Iskandar.

Tak sepantasnya seorang tenaga pendidik berbuat sewenang-wenang bagaikan preman jalanan, jika persoalan berita itu ada jalurnya bisa melakukan hak koreksi atau hak jawab, bukan seenaknya melakukan penganiayaan terhadap Jurnalis,” kata Iskandar.

Masih kata Iskandar Lewa menjelaskan, entah kenapa Kepsek Asrul Asiz yang merasukinya tiba-tiba datang marah-marah langsung memangil saya dalam warung, dengan berdalih hei kamu keluar kata Asrul, setelah saya keluar di depan warung tepatnya di kampung Sasaya Kelurahan Bontosunggu Kecamatan Bissappu, pas di pinggir jalan poros secara repleks meninju muka saya dan secara terus menerus menyerang namun berhasil menangkis hingga saya sempat tersungkur ke Aspal sehingga kaki lutut sebelah kiri luka berdarah, jelas Iskandar wartawan Bidik Nasional.

“Tak menyadari oknum Kepsek tersebut, bahwa telah menghambat tugas dan profesi wartawan dalam Undang undang PERS Nomor 40 tahun 1999, dijelaskan siapapun yang melakukan menghalang halangi tugas wartawan pidana 2 tahun dan denda 500 juta di tambah pasal berlapis tindak pidana penganiayaan terhadap jurnalis,”

Menurut penyidik Unit Pidum Polres Bantaeng AIPDA H. Andi Rachman Syah yang di konfirmasi di ruang kerjanya Jumat, 15/10/2021 mengatakan terkait laporan dugaan penganiayaan tahap penyelidikan, korban dan 2 saksi sudah di ambil keterangannya.

Menurutnya karena masih tahap penyelidikan pelaku penganiayaan diduga terancam dikenakan pasal 351, jelas Rachman Syah.

Ditempat yang sama menurut Kuasa hukum atau pengacara korban penganiayaan mendatangi kantor polres Bantaeng guna mempertanyakan tindak lanjutnya.

Menurut Andi Baso Rikardi SH bersama rekannya dihadapan halilintarnews.id di kantor Polres Bantaeng Jumat 15/10/2021 mengatakan, bahwa kami selaku Penasehat Hukum dari Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulawesi Selatan, mengkawal korban Iskandar atas dugaan penganiayaan yang terjadi di jalan Pahlawan Kelurahan Bontosunggu Kecamatan Bissappu pada Rabu 6/10/2021 lalu.

“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan yang tidak sewajarnya yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nota bene merupakan seorang kepala sekolah yang seharusnya menjadi contoh yang baik dimasyarakat,”ungkap Andi Baso.

“Kami berharap agar Kepala Dinas kabupaten Jeneponto hingga bupati kabupaten Jeneponto memberikan teguran keras kalau perlu ada penindakan,” katanya

Selain itu kami percayakan penuh kepada Polres Bantaeng terkait laporan klien kami, dan kami percaya bahwa Polres Bantaeng bekerja sesuai dengan porosnya, profesional dan berintegritas.

Akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan kepadanya mengakibatkan beberapa aktifitas yang korban biasa lakukan sehari harinya menjadi terhambat karena adanya luka sobek dan memar pada bagian lututnya bahkan hingga saat ini pada hari ke 9 setelah kejadian korban merasa nyeri pada bagian tersebut. Tim

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here