Pemda Bulukumba  Efisienkan Anggaran 3 Miliar Untuk Penanggulangan Banjir



HALILINTARNEWS.id, BULUKUMBA — Kabupaten Bulukumba layak jadi percontohan bagi Daerah lain yang ada di Sulawesi Selatan.
Ini Capaian Tim Pengendali Banjir di Kabupaten Bulukumba
Patut ditiru, sebab prestasi Tim Kendali Banjir Kabupaten Bulukumba menjadi bulan – bulanan  OPD.

Tim Pengendali Banjir yang dibentuk Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dinilai sukses dalam 100 Hari Kerja.

Tim yang merupakan kolaborasi dari beberapa unsur OPD itu menunjukkan hasil yang bermanfaat  dan nyata.
Hal ini terbukti mampu membuat terobosan dengan membersihkan kanal dan membuat saluran air yang mengurangi dampak banjir.

Selain itu, Tim ini  menjadi inspirasi dan memberikan semangat baru dalam menyelesaikan masalah.

Memang tim ini dibentuk oleh Bupati, yang Pertama kalinya semua OPD terkait berkolaborasi menyelesaikan persoalan secara bersama-sama khusunya banjir,” kata Andi Zulkifli Indrajaya, selaku Ketua Tim Pengendali Banjir yang juga Kepala Dinas PSDA Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan,
Saat ditemui wartawan pada Kamis, 17 Juni 2021 di Grand 99 Bulukumba.

Selama bekerja sejak 4 Maret 2021 lalu, tim ini  telah bekerja keras secara efisien dan efektif tanpa dana APBD.

Bacaan Lainnya

Secara teknis, jika di hitung kegiatan ini dapat menghabiskan anggaran sebesar  3,153 miliar. Sebagian besar bantuan pribadi Bupati,” jelas Andi Zulkifli yang didampingi Kabag Protokoler Pemkab Bulukumba, Dedi Rahmadi.

Menurut Ketua Tim Kendali Banjir, Andi Zulkofli Indra jaya telah mengeruk 3 zona prioritas dalam meminimalisir banjir yang di duga sewaktu – waktu bisa terjadi.

Zona 1 dengan membuat saluran ke Sungai Bialo dan Lajae mengantisipasi kiriman air dari Irigasi Battu,” paparnya. Zona 2 dengan pembersihan drinase dalam kota Bulukumba yang totalnya 7 kilometer.
Kemudian mengerukan di zona 3 yakni kanal-kanal yang totalnya mencapai 4,7 kilometer.

90 % telah dilakukan pembersihan di zona rawan banjir. Secara keseluruhan mengangkat 35 ribu kubik sedimen ataupun sampah,kilahnya.

Zulkifli merinci bahwa jumlah personel tim pengendali banjir sebanyak 433 orang dari berbagai unsur OPD. Dan
dari Satpol PP, Damkar, BPBD, Dinas Sosial, PSDA, PUPR. Termasuk bantuan peralatan dan mobil dari Dinas Perikanan, Dinas Pertanian hingga Lingkungan Hidup, ungkapnya.

Tim Pengendali Banjir akan mengawal pemerintahan Bupati Andi Utta dan Wabup Andi Edy Manaf, tak cuma dalam 100 hari kerja, pihaknya akan mengevaluasi perencanaan kendali banjir dalam jangka panjang.

Beberapa wilayah yang selama ini menjadi rawan banjir, sudah diminimalisir, Alhamdulillah saat ini, walau hujan deras, tak ada lagi genangan air yang bagaikan kolam renang dan kubangan sapi”, tuturnya.

Pihaknya berharap agar saluran yang telah dibuat akan berbentuk bangunan fisik di masa depan. Untuk jangka panjang masih banyak pekerjaan rumah seperti membuat bangunan fisik di sepanjang saluran, seperti pada saluran pembuangan ke Sungai Bialo. Bisa juga dibuat waduk atau danau buatan. Kita sesuaikan keuangan Daerah, harapnya.

Pihaknya berharap dukungan penuh masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan kebersihan khususnya saluran air di rumah masing-masing.

Intinya mari bersama-sama peduli dengan tidak membuang sampah ke got. Atau jika perlu bantu kami membersihkan saluran air depan rumah-masing-masing setiap saat, imbuhnya.

Saat ini, Tim Pengendali banjir terus siaga menghadapi hujan deras yang sewaktu – waktu kerap terjadi. Pihaknya bahkan melakukan kordinasi dengan berbagai Elemen, termasuk mengetahui keadaan cuaca Kabupaten Bulukumba.

Dengan membangun kerja sama antar Tim, Tim pemantau cuaca pun kami sigap. Karena kalau hujan deras di hulu otomatis kami akan kordinasi dengan pihak irigasi untuk menutup air agar tidak merembes ke kota, tutup Zulkifli.

Penulis : Ikbal
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *