Beranda BANTAENG

Strategi Pencegahan Stunting, Bupati Bantaeng Narasumber di Katadata Regional Summit 2020

77
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG –– Ilham Azikin tampil sebagai Narasumber, dalam Webinar ” KATADATA REGINAL SUMMIT, ” 2020. Dengan Tema ‘ Strategi mencegah Stunting di Temgah Pandemi.

Selasa, 03 Nopember 2020, bertempat di Chihara Ballroom Mal Alam Sutera, Tangerang, Banten, Bupati Bantaeng menghadiri undangan Katadata.co.id.

Pandemi Covid-19 membangkitkan berbagai pihak, baik di kalangan pemerintahan maupun di luar pemerintah untuk mewujudkan agenda tujuan pembnagunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni pembangunan yang mengedepankan pemerataan, tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan yang sehat dan sejahtera, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, melindungi lingkungan dan mewujudkan kesetaraan.

Situasi pandemi ini menjadi momentum yang tepat untuk mewujudkan pembangunan SDGS,  seiring dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan pemulihan kesehatan, ekonomi dan sosial masyarakat. Apalagi, pandemi ini semakin memperkuat tekad pemerintah pusat untuk mengarahkan Pemerintah Daerah agar fokus memanfaatkan anggaran untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Ilham menjelaskan bahwa Walaupun Bantaeng tidak termasuk Kabupaten Lokus Stunting , namun Bantaeng telah melakukan upaya percepatan pencegahan Stunting dengan menghadirkan regulasi dan dukungan kebijakan serta ditunjang oleh berbagai inovasi pelayanan publik yang bermuara penurunan angka Stunting serendah mungkin di Kabupaten Bantaen, Sulawesi Selatan.

Dukungan Regulasi berupa terbitnya Peraturan Bupati Bantaeng No.71 Tahun 2019 tentang Konvergensi Program Percepatan Pencegahan Stunting dan beberapa kebijakan yakni terbitnya Peraturan Desa di Seluruh 46 Desa di Kabupaten Bantaeng, Pemberian Susu pada Semua Bumil KEK dan Ibu Nifas KEK, Dana Desa dapat dicairkan apabila mengandung kegiatan penanganan Stunting, serta Jaminan Kesehatan untuk seluruh masyarkat Bantaeng,
Universal Health Coverage/UHC) sejak tahun 2018.

Selain dukungan regulasi dan kebijakan, tak kalah pentingnya Inovasi Pendukung Layanan Publik. Tercatat ada 9 inovasi pendukung yakni, Terminal Darah Puskesmas, Bendera SASKIA, Ulang Tahun di Posyandu, Kader Kesehatan, Persalinan Faskes Jemput Antar, PSC 119 Bantaeng, Surveilans Berbasis Sekolah, Sertifikat ASI Eksklusif, dan Sertifikat Imunisasi Dasar Lengkap.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, Bantaeng tercatat memiliki angka Stunting Sebesar 21,0% (terendah di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan)

Mengakhiri paparan, Ilham juga menampilkan salah satu upaya pencegahan stunting melalui pembangunan infrastruktur berupa Pusat Penanggulangan Gizi terpadu, Gedung dua lantai ini kedepannya diharapkan mampu menjadi lokomotif peningkatan kesehatan gizi di Kabupaten Bantaeng, tak terkecuali penurunan angka Stunting di Kabupten Bantaeng.

Turut hadir dalam Webinar ini sebagai Pembicara Kunci adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Narasumber lain yaitu H .Tuwuh ( Kadis Kesehatan Sumbawa Barat, Prof. Hardinsyah, Bapak Iing Mursalim. Red

Editor    : Mariyani
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here