Beranda Uncategorized

Wartawati Terkena Lemparan Batu Saat Meliput Aksi Demo 

113
0


HALILINTARNEWS.id, HALUT — Berawal adanya aksi demo yang di gelar Mahasiswa, pada 8 oktober 2020 berakhir ricuh.

Pasalnya saat pendemo hendak memasuki gedung DPRD kota Ternate di halangi oleh petugas keamanan, namun para Mahasiswa tak kunjing surut tetap meringsek memaksakan kehendak, sementara petugas pun bersih keras tetap tidak mengizinkan masuk.

Kami tidak memaksakan diri masuk ke gedung dewan terhormat andaikata para ketua ketua Dewan menemui kami ujar para pendemo.

Kami sangat sesalkan ketua DPRD kota Ternate Muhajirin Bailussy karena tidak bersedia di temui, pada hal kami ingin menyampaikan tuntutan kami yaitu menolak dan mencabut kembali atau membatalkan undang undang cipta kerja.

Selaling dorongpun terjadi antara pendemo dengan aparat kepolisian dan satpol. pp. hujan batupun mulai berjalan, sejumlah aparat keamanan terkena lemparan batu. Kebrutalan terjadi hanya karena Pihak DPRD kota enggang menemui pendemo.

Aparat kemanapun terdesak kewalahan menghadapi serangan batu yang datangnya dari arah pendemo, di balik kesabaran petugas akhirnya balik menyerang dan mengejar para mahasiswa yang melakukan anarkis.

Para pendemo yang bringas lari tunggang langgan di kejar oleh petugas sampai ke persimpangan jalan tugu kalumata puncak Kota Ternate.

Akibat dari ke anarkisan yang di lakukan kelompok pendemo dua orang Mahasiswa terpaksa di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah, seorang di antaranya jatuh tergelatak karena sesak nafas, dan satunya mandi dara.

Sedangkan dari kelompok pers yang meliput aksi demo tersebut seorang di antaranya jadi korban lemparan batu jurnalis yang korban lemparan batu dari media Suara Indonesia yaitu Aprillia Uci.

Keberanian seorang jurnalis dalam meliput berita demo yang berujung ricuh menjadi korban lemparan batu.

Apakah ada unsur kesengajaan kepada wartawan melempari denfan batu ? tak seorangpun yang tahu, namun menurut sumber menyebutkan bahwa lemparan batu terhadap jurnalis adalah lemparan batu yang nyasar demikian pengakuan beberapa mahasiswa kepada wartawan media ini.

Baik wartawan korban lemparan batu maupun mahasiswa yang mandi darah akibat benturan benda keras, serta yang sesak nafas masih dalam perawatan dokter dj RSUD Chasan Bosouri Ternate.

Ternyata demo di gedung DPRD Kot Ternate tidak berujung damai, Para Mahasiswapun meninggalkan tempat menuju kantor Walikota Ternate, jalan kaki beriring iringan.

Ternyata kelompok pendemo di DPRD Kota Ternate kembali bergabung dengan rekan rekannya yang ada di depan Balaikota Ternate.

wartawan Media ini yang meliput demo di Balaikota aman aman saja, situasi berobah setelah kelompok pendemo dari DPRD kota Ternate bergabung.

Anarkis yang di lakukan para demontrasi menghabcurkan sejumlah fasilitas umum pot bunga, yang ada di trotoar di hancurkan, baliho ketua DPRD pun ikut jadi sasaran.

Pengrusakan tak dapat di hindari, dan.pada akhirnya Aksi yang dilakukan.para Mahasiswa berujung ricuh.

Penulis : Tim
Editor    : Akhmad Basir Noer
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here