Beranda JENEPONTO

Dinilai Arogan, Oknum Security DPRD Jeneponto Usir Sejumlah Jurnalis Saat Bertugas

134
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Salah seorang oknum security kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan kembali  terjadi tindakan pemaksaan pengusiran sejumlah Jurnalis saat melakukan tugasnya meliput di ruang sidang DPRD Kabupaten Jeneponto.

Pengusiran jurnalis yang dilakukan oknum security tersebut, melanggar UU Pers No 40 tahun 1999 siapapun yang sengaja menghalang-halangi tugas wartawan dipenjara 2 tahun dan denda 500 juta.

Menurut Ardi salah seorang jurnalis di Kabupaten Jeneponto mengaku dirinya bersama rekannya meliput saat pelaksanaan rapat anggaran perubahan RAPBD di ruang komisi Kantor DPRD Jeneponto selasa 29/9/2020 kemarin diwarnai insiden pengusiran paksa terhadap sejumlah Jurnalis yang ada dalam ruang sidang paripurna tersebut, jelas Ardi dihadapan halilintarnes.id kamis 30/9/2020.

Ia menambahkan sebelum kami masuk di ruang sidang terlebih dahulu kami meminta ijin pada petugas security lainnya masuk meliput mengambil gambar, kata Ardi.

Berlangsungnya rapat paripurna rekan jurnalis mengambil gambar dihadapan para Anggota DPRD Jeneponto, tiba-tiba datang oknum security mengusir sejumlah rekan jurnalis didalam ruang rapat dengan berkata keluar semua jangan ambil gambar, tidak boleh Wartawan siapapun yang datang meliput diruang rapat ini, tutur Ardi.

Menurutnya, Oknum security tersebut mengatakan hanya instansi  yang bersangkutan bisa masuk dan anggota DPRD Jeneponto, kata oknum security kepada rekan wartawan.

Masih kata Ardi dirinya bersama rekannya saat meliput dilengkapi tergatung ID Card melekat di badannya, pungkasnya.

Penulis : Supriadi Awing
Editor    : Red
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here