HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Salah seorang nelayan pencari ikan asal Kabupaten Bulukkumba terdampar di Dusun Tonrokassi Desa Rappoa Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.
Menurut Hambali (65) mengatakan dihadapan halilintarnews.id, senin 7/8/2020, mengatakan, Dua hari sebelum di bawa pulang ke rumahnya di Tonrokassi, Hambali sempat melihat ada nelayan, yang terombang ambing di tengah laut, namun Hambali menyangkaΒ tidak ada masyalah dengan nelayan itu, di luar dugaan ternyataΒ orang tetsebut sudah sehari semalam di cari pihak keluarganya namun tak di temukan.
“Kami tiba di rumah tadi malam pukul 2.00 wita,Β katanya.
Hari ke 2, Hambali kembali melaut, dan keesokan harinya, Hambali kembali menemukan nelayan asal Bulukumba itu, masih berada di tengah laut, nasib beruntung Hambali telah mendengar informasi dari pihak keluargaΒ Anwar kalau ia mengalami kemacetan pada mesin perahunya.
Tanpa pikir panjang Hambali dan anaknya Wardi langsung menolong Anwar yang sudah dua hari dua malam terombang ambing di tengah laut.
Hambali dan anaknya Wardi membawa pulang Anwar, ke Tonrokassi Desa Rappoa Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng, setelah tiba dirumahnya Hambali langsung meminta tolong kepada Tamsir tetangganya yang kebetulan orang Bulukumba, Tamsir kemudian menghubungi pihak keluarga di kampung.
Pada waktu subuh keluarga Anwar datang bersama adiknya Nawir, ia menyampaikan bahwa sekiranya adik saya tidak di temukan maka, kami beserta semua keluargaku telah menghubungi Tim Sar, dan rencananya Subuh Tim Sar Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, dan Makassar akan melakukan pencarian, nasib beruntung Adik saya telah di temukan dan dibawa pulang oleh Hambali keDesa Rappoa.
Kronologis hanyutnya perahu milik Anwar asal Kabupaten Bulukumba, di sebabkan ada kerusakan pada Mesin perahu miliknya, hingga menyebabkan Anwar harus bertahan hidup demi Istri danΒ 3 orang Anaknya , selama Dua hari Dua malam.
Pihak keluarganya resah dan gelisa menunggu kedatangan Anwar, yang tak kunjung pulang, isak tangis istri dan anaknya sudah tak kuasa ingin merangkul suami bapak dari anak – anaknya yang hampir kehilangan orang Tua.
Nasib beruntung Anwar di selamatkan oleh Hambali dan anaknya Wardi, dan membawanya pulang dalam keadaan selamat dan masih hidup.
Perahu milik Anwar di bawa pulang, setelah ditarik dari TPK, menuju Desa Rappoa, dan kini Anwar dan keluarganya, beserta perahu miliknya telah di boyong kembali ke Daerah asalnya bersama keluarganya dengan menggunakan Dua buah perahu Jolor.
Menurut NawirΒ saudara kandung korbar mengatakan, saudara saya Anwar pekerjaannya keseharian adalah nelayan biasanya dia keluar di laut pada sore jam 5.00 wita, bermalam ditengah laut pulang jam 11.00 siang. Ungkap Nawir.
Menjelang pukul 2.00 wita mulailah pihak keluarga saling bertanya hingga saat ini barusan Anwar tak kunjung pulang, pihak keluarga berusaha mencari dilaut selama dua hari. jelas Nawir.
Diketahui korban Anwar beralamat di Kampung Gambang Kelurahan Matekko Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukkumba.
Saudara kandungΒ yang bernama Nawir, merupakan pihak keluarga yang paling bertanggung jawab atas kepulangan saudaranya, merasa sangat bersyukur dan berterima kasih, sampai berlutut hingga meneteskan air mata, meminta terima kasih kepada Hambali dan anaknya Wardi yang telah menyelamatkan adiknya.
Anwar bertanya
berapa imbalannya,Β namun Hambali menolak sambil mengucapkan kita sama – sama Nelayan, wajib hukumnya saling tolong menolong apabila berada dalam kesusahan, namanya juga kita melaut berbagai halangan dan rintangan seringkali kita hadapi saat berada di tengah laut, belum lagi jika arus gelombang dan angin kencang, apa hendak di kata kehidupan Nelayan, sudah menjadi resiko jika kita mendapat ujian dan Cobaan. ALLAHU AKBAR, tutup Hambali.
Penulis : Mariyani
EditorΒ Β : Red
halilintarnews.id. 2020












