Pertanian Alami Bantaeng Raih Perhatian Bappenas, PANRITA TANI Jadi Contoh Penguatan Ketahanan Pangan



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam membangun sektor pertanian yang ramah lingkungan, inovatif, dan berkelanjutan kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Tim Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas melakukan kunjungan lapangan ke Sanggar Tani Desa Rappoa, Selasa (4/8), untuk melihat secara langsung praktik pertanian alami yang dikembangkan oleh Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Aliansi Organis Indonesia (AOI) Pangan, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng, UPT Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Serikat Petani Alami Butta Toa, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan.

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau secara langsung berbagai praktik budidaya pertanian alami yang telah diterapkan petani, mulai dari pengelolaan lahan, pemanfaatan pupuk organik dan pestisida nabati, hingga penggunaan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Selain meninjau praktik pertanian alami, Tim Bappenas juga menerima pemaparan mengenai sejumlah inovasi daerah yang menjadi pengungkit pembangunan sektor pertanian. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah PANRITA TANI (Pemberdayaan dan Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan, Inovatif, Tangguh, dan Berkelanjutan) yang dikembangkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Bantaeng.

PANRITA TANI merupakan inovasi non-digital yang diinisiasi sejak tahun 2018 dan mulai diimplementasikan secara menyeluruh pada tahun 2023. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, PANRITA TANI mendorong terbentuknya ekosistem pertanian yang produktif, adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan potensi lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian.

Ketua Tim Inovasi PANRITA TANI, Ilham Canning, ST, menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti rendahnya produktivitas, terbatasnya akses terhadap teknologi, permodalan dan pasar, serta perlunya model pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“PANRITA TANI kami hadirkan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal.

Bacaan Lainnya

Tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperkuat kemandirian petani, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh tiga penerima Innovative Government Award (IGA) 2026, yakni Ilham Canning dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Bantaeng, Abu Karim Harasyah dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, serta Nur Adhyanti Bone, S.K.M., dari RSUD Prof. Anwar Makkatutu.

Kehadiran para inovator tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam membangun budaya inovasi lintas sektor sebagai instrumen percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam sesi dialog, Tim Kementerian PPN/Bappenas memberikan apresiasi terhadap konsistensi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam mengembangkan pertanian alami yang dipadukan dengan inovasi daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai sebagai praktik baik pembangunan pertanian karena mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang sehingga layak menjadi referensi bagi daerah lain.

Sementara itu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, khususnya Dinas Pertanian, telah melahirkan berbagai inovasi di tingkat petani. Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, kelompok tani, akademisi, organisasi masyarakat, serta berbagai mitra pembangunan menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pertanian alami di Kabupaten Bantaeng.

Pelaksanaan PANRITA TANI didukung oleh berbagai regulasi nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Permendagri Nomor 104 Tahun 2018 tentang Penilaian dan Pemberian Penghargaan Inovasi Daerah.

Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bantaeng Tahun 2025–2029 serta mendukung agenda nasional menuju swasembada pangan melalui penguatan produktivitas, kelembagaan petani, dan pengembangan pertanian berwawasan lingkungan.

Kunjungan lapangan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi internasional, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat tani dalam mempercepat transformasi menuju sistem pertanian yang sehat, tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kunjungan kerja, kehadiran Tim Kementerian PPN/Bappenas menjadi bentuk pengakuan atas praktik baik yang telah dibangun Kabupaten Bantaeng dalam mengembangkan pertanian alami berbasis pemberdayaan masyarakat.

Melalui sinergi antara SPA Butta Toa, pemerintah daerah, serta inovasi PANRITA TANI, Kabupaten Bantaeng menunjukkan bahwa transformasi pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, penguatan kelembagaan petani, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi menuju ketahanan pangan nasional. Supriadi Awing

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *