HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, membuka kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bissappu, Senin (3/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bantaeng mempercepat eliminasi Tuberkulosis melalui penemuan kasus secara aktif, pelacakan kontak erat, serta perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala TB. Menurutnya, penyakit Tuberkulosis bukanlah aib dan dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara disiplin hingga tuntas.
“TB bukan penyakit yang harus disembunyikan. Penyakit ini sangat bisa disembuhkan jika pasien mengikuti aturan pengobatan, yaitu minum obat selama enam bulan tanpa terputus. Karena itu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri agar tidak menularkan kepada keluarga maupun orang-orang di sekitar,” ujar Uji Nurdin.
Ia menegaskan, pemerintah menjamin pengobatan Tuberkulosis dapat diakses secara gratis sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya. Menurutnya, pengendalian TB juga menjadi salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini merupakan program prioritas Bapak Presiden Prabowo. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan karena semuanya gratis. Yang terpenting adalah kita bersama-sama memastikan penyakit TB dapat dieliminasi dari Kabupaten Bantaeng,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Kegiatan Tracing Tuberkulosis Terintegrasi, Mirna, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi percepatan eliminasi TB melalui penemuan kasus secara aktif, pelacakan kontak erat, dan skrining kesehatan masyarakat yang diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program tersebut dilaksanakan mulai Juli hingga Desember 2026 dengan melibatkan Tim Pelaksana Swakelola, puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai lintas sektor terkait.
Menurut Mirna, kegiatan ini bertujuan mempercepat pelaksanaan contact tracing pasien TB, mengintegrasikan layanan tracing dengan Cek Kesehatan Gratis, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penemuan kasus, mengoptimalkan peran kader kesehatan dalam pendataan dan mobilisasi kontak, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus mengurangi stigma terhadap penderita Tuberkulosis.
“Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap di 13 wilayah kerja puskesmas yang mencakup seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bantaeng. Kegiatan dimulai di UPT Puskesmas Bissappu pada 27 Juli 2026 dan akan berakhir di UPT Puskesmas Baruga pada 10 November 2026. Program ini dilaksanakan di 42 lokus dengan sasaran sekitar 4.200 masyarakat atau rata-rata 100 peserta di setiap lokus,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Administrasi Setda Kabupaten Bantaeng dr. H. Sultan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr. Andi Ihsan, serta Plt. Camat Bissappu, Muzakkir.
Reporter : Anto
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026












