HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Semangat menjaga kelestarian lingkungan mewarnai aktivitas di MTsN Bantaeng, Selasa (4/8/2026).
Ratusan siswa bersama guru mengikuti gerakan menanam pohon secara massal yang dipimpin langsung oleh Kepala MTsN Bantaeng, Muh. Kasim.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mengimplementasikan program Ekoteologi (Eco-Theology) di lingkungan pendidikan Islam.
Program tersebut mendorong lahirnya budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Melalui gerakan ini, Kementerian Agama menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi juga menjadi wujud keimanan dan amanah manusia sebagai khalifah di bumi.
Kepala MTsN Bantaeng, Muh. Kasim, mengatakan keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan seluruh warga madrasah.
Menurutnya, kebiasaan mencintai lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat pada peserta didik.
“Kami ingin lingkungan madrasah menjadi lebih hijau, rindang, dan sehat sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Menanam pohon hari ini bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga merupakan investasi oksigen dan investasi masa depan bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Antusiasme para siswa tampak sepanjang kegiatan.
Bersama para guru, mereka bergotong royong menggali lubang tanam, menanam bibit, hingga menyiram tanaman yang telah ditanam. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui aksi nyata.
Gerakan penghijauan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis lingkungan.
Selain memperoleh pemahaman di ruang kelas, para siswa diajak membangun kepedulian terhadap alam melalui praktik langsung yang diharapkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui gerakan tanam pohon serentak ini, MTsN Bantaeng berkomitmen mendukung program Ekoteologi Kementerian Agama sekaligus mewujudkan Green Madrasah yang memadukan nilai-nilai kesalehan spiritual dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (Supriadi Awing)












