HALILINTARNEWS.id, GOWA β Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan penguatan integritas dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) pemerintah. Pasalnya, sektor tersebut menyerap sebagian besar anggaran daerah dan menjadi salah satu area yang rawan terjadi penyimpangan.
Hal itu disampaikannya saat membawakan materi pada kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi PA/KPA/PPK dan P3DN serta Pencegahan Korupsi pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di The Rinra Hotel Makassar, Kamis (21/5/2026).
Menurut Darmawangsyah, praktik korupsi dalam PBJ dapat berdampak luas terhadap pembangunan daerah, mulai dari kerugian keuangan negara, rendahnya kualitas pekerjaan, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
βFokus pencegahan korupsi PBJ tahun 2026 meliputi digitalisasi sistem pengadaan, pengawasan berbasis risiko, peningkatan transparansi, dan penguatan integritas ASN,β ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah titik rawan dalam proses pengadaan yang harus menjadi perhatian bersama, seperti pengaturan spesifikasi, pengkondisian pemenang tender, hingga praktik gratifikasi dan suap.
Karena itu, dirinya menekankan pentingnya koordinasi, profesionalisme, dan komitmen seluruh pihak yang terlibat agar proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
βKoordinasi dan integritas seluruh pelaku pengadaan menjadi kunci agar proses PBJ berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi,β tegasnya.
Di akhir sambutannya, Wabup Gowa kembali mengingatkan bahwa dampak korupsi dalam pengadaan barang dan jasa tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga memengaruhi kualitas pembangunan serta pelayanan publik yang diterima masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Gowa, Aisyah Najamuddin mengatakan, kegiatan bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah dalam memahami regulasi dan teknis pengadaan barang dan jasa secara tepat dan profesional.
βHari ini Pemerintah Kabupaten Gowa melalui UKPBJ melaksanakan bimtek yang diikuti PA, KPA, kepala bagian, dan seluruh camat. Kegiatan ini bertujuan memastikan proses pengadaan berjalan efisien, transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan,β jelasnya.
Menurutnya, pemahaman terkait tata kelola pengadaan yang baik sangat penting agar seluruh pejabat yang terlibat mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Aisyah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas dan keterampilan para PA, KPA, PPK, pejabat pengadaan, hingga Pokja pemilihan dalam melaksanakan tugas pokoknya.
Reporter : Hefrawansah
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026












