Bantaeng Membara! Massa Serbu Kantor Bupati, Tolak Direktur PDAM dan Tantang Intervensi Kekuasaan

Oplus_131072


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β€” Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan massa dari Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat (PDAM) Kabupaten Bantaeng kembali memanas di Kantor Bupati Bantaeng, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Massa secara lantang mendesak Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, agar tidak mengangkat kembali Ustaz Suardi sebagai Direktur PDAM.

Mereka juga menolak keras dugaan campur tangan wakil bupati dalam proses pengelolaan dan kebijakan internal perusahaan daerah tersebut.

Situasi sempat memanas ketika peserta aksi mulai menerobos masuk hingga ke ruang tunggu lantai dasar kantor bupati. Aksi spontan ini menjadi bentuk kekecewaan atas tidak adanya kejelasan sikap dari pemerintah daerah.
Tak hanya berorasi, massa juga membentangkan spanduk di area pintu masuk kantor sebagai simbol perlawanan.

Dalam spanduk tersebut, mereka menyuarakan tuntutan pengembalian mantan Direktur PDAM Sulawesi ke jabatannya, sekaligus penolakan terhadap direktur yang saat ini menjabat.

Pesan yang disampaikan sarat makna, salah satunya kutipan Latin β€œFiat Justitia Ruat Caelum”—yang berarti keadilan harus ditegakkan walaupun langit runtuhβ€”sebagai penegasan sikap atas kondisi yang mereka anggap tidak adil.
Massa bahkan mengultimatum akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah lebih besar setiap pekan apabila tuntutan mereka tidak segera direspons.
Meski berlangsung dengan tensi tinggi, aksi tetap terkendali tanpa bentrokan.

Aktivitas di dalam kantor bupati tetap berjalan, meski pegawai dan pengunjung harus melangkahi spanduk yang dibentangkan di lantai sebagai bentuk protes terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng maupun manajemen PDAM terkait tuntutan massa.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lapangan menunjukkan aparat dari Polres Bantaeng bersama Satpol PP sigap melakukan pengamanan, sehingga situasi tetap aman dan kondusif.

Aksi ini mempertegas adanya polemik berkepanjangan di tubuh PDAM Bantaeng, khususnya terkait kepemimpinan dan dugaan intervensi kekuasaan. Kondisi tersebut berpotensi berdampak luas, mengingat PDAM merupakan sektor vital yang menyangkut pelayanan kebutuhan dasar masyarakat. (Supriadi Awing)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *