HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO – Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui kegiatan Pelatihan Bidang Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Usaha Pertanian Berkelanjutan dengan tema “Penguatan Peran BUMDes Sebagai Penggerak Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.”
Kegiatan yang digelar di Aerotel Smile Losari, Kota Makassar, secara resmi dibuka oleh Pj Sekda Jeneponto, Maskur, S.Ag., M.H., CGCAE, mewakili Bupati Jeneponto. Turut hadir Satgas Pidsus Kejati Sulawesi Selatan serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Jeneponto.
Peserta kegiatan terdiri atas pengelola BUMDes dan kepala desa dari seluruh kecamatan di Jeneponto yang antusias mengikuti rangkaian pelatihan dan diskusi interaktif mengenai pengelolaan usaha desa yang transparan, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya sekaligus saat membawakan materi bertajuk “Perlindungan Hukum terhadap BUMDes dalam Penyelenggaraan Pembangunan Desa,” Pj Sekda Jeneponto menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas bagi seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa.
> “Mengapa peningkatan kapasitas itu penting? Karena desa hari ini bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek yang mandiri sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 6 Tahun 2014. BUMDes, perangkat desa, dan kader pemberdayaan masyarakat adalah motor utama penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif sebagai kunci dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
Pelatihan ini turut menyoroti peran strategis Inspektorat Daerah sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang tidak hanya berfungsi melakukan pemeriksaan, tetapi juga menjadi mitra pembina dan pencegahan dalam pengelolaan keuangan desa.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Jeneponto berharap agar BUMDes dapat tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang berintegritas, transparan, dan berdaya saing tinggi.
Acara pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Pj Sekda Jeneponto, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Kegiatan berlangsung penuh semangat kolaborasi dan tekad kuat untuk menjadikan desa sebagai basis ekonomi rakyat yang tangguh dan berkelanjutan. Usman












