HALILINTARNEWS.id, HALMAHERA UTARA –– Ini bukan cerita dongen, melainkan kisah nyata yang di alami oleh sejumlah siswa siswi di Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Betapa tidak, jaringan internet sering terganggu serta keterbatasan sarana telekomunikasi membuat siswa Madrasah Aliyah Nurul Yaqin Desa Supu Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara, mau tidak mau harus menerima kenyataan ujian sekolah di pantai kebun kelapa.
Untuk di ketahui semua pihak bahwa ujian tahun ajaran 2021/2022 seyogyanya di lakukan secara daring menjadi tersendat di karenakan jaringan internet sering mengalami gangguan.
Untuk mendapatkan jaringan normal, para siswa harus mencari lokasi yang strategis, selain di pantai juga di Daerah dataran tinggi, namun bagi siswa Aliyah Nurul Yaqin mendapat jaringan di pesisir pantai di bawah pohon nyiur melambai.
“Saya lebih senang belajar di kebun kelapa atau di pantai, dari pada belajar di dalam ruangan kelas dengan jaringan tersendat sendak tutur para siswa Kepada media ini.
Demi ujian para siswa dan gurunyapun ikut arus mendampingi siswanya ke kebun kelapa yang berjarak lebih kurang 1 km dari sekolah yang bersangkutan.
Menjawab pertanyaan wartawan media ini, tentang jaringan internet yang di peroleh, baik para siswa maupun gurunya mengakui bahwa jaringan yang di dapatkan adalah jaringan dari pulau Morotai.
“Jaringan internet itupun sering mengalami gangguan dan tersendat aksesnya, .bahkan masuk ke link website ujian guna mencetak kartu peserta yang sangat susah, tidak bisa di akses kata Kepala Sekolah Madrzah Aliyah Nurul Yaqin Bahadiah R.Koroi saat di hubungi wartawan tanggal.26 /3/2021.
Rupanya berita ini menarik perhatian sehingga tidak sedikit wartawan berlomba lomba meliputnya. Bahadiah lebih lanjut memaparkan langkah langkah yang di ambil para guru adalah untuk mensukseskan belajar mengajar dan telah di jadikan bahan pelaporan ke Kantor Kementerian Agama baik pelaporan ke Kabupaten provinsi dan Kementerian Agama pusat kaitan dengan uijian secara daring pungkas Bahadiah.
Sebenarnya sudah ada kesepakatan dengan pihak kantor kementerian Agama untuk melaksanakan ujian secara manual bagi SiswA Madrasah khususnya yang kekurangan fasilitas jaringan internet kata dia.
Namun pada saat di butuhkan pada hari terakhir ujian paling tidak online. Karena kalau tidak maka nama sekolah tidak akan terdaftar di pusat lanjutnya penuh prihatin.
Kepala sekolah inipun mengakui bahwa saat berusaha untuk meng akses jaringan di kebun kelapa pesisir pantai juga tidak terpenuhi, dan kamipun membawa pulang para peserta ujian kembali ke sekolah dan di sekolah kembali menyelesaikan sisa waktu unjian secara manual,dan saat jaringan internet terganggu dan tidak bisa meng akses, sayapun melakukan koordinasi dengan pihak kantor kementerian Agama KabupTen HalmHera Utara.
Pihak kementerian kabupaten memakluminya dan menurutnya yang penting pihak sekolah sudah mencoba,karena jaringannya tidak dan kurang mendukung maka di perintahkan kembalikan saja seperti semula yang intinya pihak kami sudah mencobanya ucap sang kepalah Madrazah Nurul Yagin.
Seandainya dari awal sudah ada info bahwa ujian akan melalui daring,maka dari awal pula pihak sekolah sudah berusaha mencari jalan keluar untuk mengatasinya dan memoerdiapkan diri menggali ujian tersebut ujarnya lagi.
Namun karena dalam Rakor kata Bahadiah kesepakatannya di kembalikan ke sekolah makanya saya langsung ambil keputusan untuk melaksanakan ujian manual.Bahadiah secara panjang lebar menuturkan bahwa Madrazah Aliyah Nurul Yaqin Di tahun 2020 lalu sebenarnya pernah mengikuti proses ujian berbasis online tapi ujian tersebut di lakukan di kota Tobelo Halmahera Utara, dengan demikian saat itu para siswa perserta di boyong ke Tobelo guna mengikuti ujian. Mengenai anggaran yang terkucur saat itu di talangi pihak kepala sekolah.
Dengan berbagai kendala yang di hadapinya maka pihaknya mengharapkan pemerintah kabupaten dan Provinsi Maluku Utara dapat memperhatikan kendala kendala khususnya akses jaringan di pelosok pedesaan demi kemajuan pendidikan ujar kepsek Setengah mengeluh namun penuh harap.
Penulis : Akhmad Basir
EditorΒ Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021







