HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Puluhan Aliansi Anak Petani Kabupaten Bantaeng kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bantaeng, pada kamis 18/2/2021.
Para pendemo sempat menahan atau memberhentikan mobil teronton dijalan poros sambil membakar ban, dan sempat memacetkan arus lalu lintas dari arah yang berlawanan.
Pendemo melakukan aksinya dengan teriakan diatas mobil teronton terkait harga pupuk yang sangat melampaui harga Het dan kelangkaan pupuk di wilayah Kabupaten Bantaeng masyarakat kian melarat dan menjerit.
Harga pupuk bersubsidi kian meroket diduga penjualan sangat melampaui harga het, dan berpariasi, para petani semakin menjerit di wilayah Kabupaten Bantaeng.
Selain harga pupuk yang harganya merekot, para pendemo yang di duga kebanyakan berasal dari anak petani mempertanyakan bantuan dari Kementan diperuntukkan untuk para petani sebesar 13 Miliyar bersumber dari APBN hingga saat ini tak pernah ada keterbukaan alias transparansi, dan di duga tidak sampai ke petani.
Sebagaimana pernyataan sikap yang di sampaikan oleh Aliamsi Anak Petani Bantaeng yakni : Alokasi Pupuk bersubsidi Bantaeng berkurang dari 2020 hingga 2021, menjadi kurang pertanda Bupati Bantaeng tidak serius menanggapi keluhan Petani, yang telah bertahun – tahun berteriak dan menjerit .
Fungsi pengawasan KPPP tidak berjalan maksimal dalam upaya, mencegah tumbuh dan berkembangnya mafia pupuk bersubsidi di Kabupaten Bantaeng.
Pupuk langkah dan mahal pertanda Bantaeng tidak baik sesuai dengan tuntutannya yakni,
Mendesak Bupati Bantaeng, untuk lebih serius mewujudkan Program unggulannya, menjamin ketersediaan pupuk, dan person.
Sesuai hasil investigasi dan kajian bersama internal kami berkesimpulan bahwa pokok permasalahannya yakni: proses pengadaan dan penyalurannya yang tidak sejalan sebagaimana mekanisme, seharusnya dari penyusunan RDKK, berbasis data hingga penyalurannya, kembali ke petani selaku masyarakat yang berhak terhadap pupuk bersubsidi.
Kekacauan Proses pendataan petani tidak sesuai kebutuhan, dan menjadikan petani tidak terdaftar dalam RDKK, padahal petani tersebut berhak akan pupuk bersubsidi.
Peran penting lembaga pertanian di akar rumput tidak terimplementasikan dengan baik, dan berakibat, keterlambatan informasi updet pertanian di duga tidak sampai untuk di ketahui petani.
Evaluasi kinerja lembaga pertanian Bantaeng dari mulai tingkatan teratas hingga tingkatan terbawah yang berperang penting dalam pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.
KPPP bongkar tuntas mafia pupuk di Bantaeng.
Mendesak Pemerintah Kabupaten Bantaeng teransparansikan Bantuan Kementan sejumlah 13 M tahun 2020.
Hal ini di sampaikan Aliansi Anak Petani Kabupaten. Bantaeng, oleh jendral lapangan Ammar, Kordinator lapangan Ca’lu, Ketua GMNI cabang Bantaeng Jalil Abede, Ketua GRM Cabang Bantaeng Muhajir.
Petugas Kepolisian dan Sat Pol PP, yang melakukan pengamanan dapat berjalan lancar, tertib dan aman.
Penulis : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021












