Meningkatkan Kreatif Warga Belajar Program PKBM Inspirasi Masyarakat  Jeneponto, Ini Harapannya



HALULNTARMEWS.id, JENEPONTO –– Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ), merupakan lembaga masyarakat yang di kelolah oleh masyarakat dan di peruntukkan bagi masyarakat.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), merupakan suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat pemberdayaan Masyarakat, yang di arahkan pada pemberdayaan,  potennsi  untuk mengarahkan pebangunan,  di bidang Sosial Ekonomi dan Budaya.

Sebagai Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF), yang di naungi  suatu lembaga Pendidikan Luar Sekolah. Dan kegiatan pendidikan luar sekolah ini, yang jumlahnya  16 Lembaga dan 15 SPNF, di tambah dengan satu sekolah Negeri yqng aktif hingga saat ini.

Program pemerintah melalui PKBM dengan program kesetaraan dan keaksaraan ini sangat membantu  masyarakat yang putus sekolah,  buta aksara dan pemberian keterampilan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dikemas dalam program paket A, B dan C  untuk warga belajar yang putus sekolah dan Keaksaraan Dasar untuk buta aksara dan Keaksaraan Usaha Mandiri untuk pemberian keterampilan kepada warga belajar. harapnya

Hasil pantauan media halilintarnews.id, selama beberapa hari ini di 11 kecamatan , Se- kabupaten Jeneponto. Tahun 2021,(PKBM )yang  berjumlah 16 lembaga yang selama ini berjalan sesuai harapan pemerintah.

Lembanga tersebut sebagai berikut ”  PKBM Bukit Cemara  Kecamatan Rumbia, PKBM Resky Kecamatan Kelara, PKBM Ar Rahman  Kecamatan Turatea, PKBM,Bina Bori  Kecamatan Binamu, PKBM Julu Atia Kecamatan Arungkeke,  PKBM Bungung Salapang Kecamatan Tarowang, PKBM Arham Kecamatan Tamalatea, PKBM Birta Ria Kecamatan Tamalatea, PKBM Pondok Inovasi Kecamatan Tamalatea, PKBM Almaidah Kecamatan  Bontoramba, PKBM Baitullah Kecamatan Bontoramba, PKBM Reski Abadi Kecamatan Bontoramba, PKBM Baji Pamae Kecamatan Bontoramba, PKBMMappakasunggu Kecamatan Bangkala Barat, PKBM Harapan Bunda Kecamatan Tamalatea dan SPNF Negeri yaitu,Sanggar Kegiatan Belajar yang terletak di Kecamatan Tamalatea.

Dari hasil pantauan media ini untuk Program Keaksaraan Dasar ( KD ) dan Keaksaraan Usaha Mandiri KUM , yang dibina oleh pengelolaan PKBM.

Bacaan Lainnya

Mengangkat Kearifan Lokal Jeneponto.  Produk lokal yang diangkat antara lain ” Abon Kuda , Selei dari buah Lontara, Keripik dari Rumput Laut serta Keripik Kelapa Muda ,tenung kain putih,kacan telur,dan banyak yang lainnya.

Pelaksaan kegiatan sudah berjalan baik hanya masih ditemukan kendala terutama lokasi kantor yang belum memadai dan kurangnya sosalisasi terkait keberadaan yang 16 (PKBM )se Kabupaten dan 11 Kecamatan ini.

Salah satu ketua PKBM yang ditemui oleh awak media berjanji akan segera membenahi Kantornya  sehingga kedepan pengelolaan PKBM lebih baik lagi dan sesuai harapan pemerintah, jelasnya.

Saat di komfirmasi oleh awak media ini,masing-masing Ketua PKBM mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang putus sekolah dan membutuhkan sentuhan jprogram paket B setara SMP dan Paket C setara  SMA.

Mereka tidak dapat dibina oleh PKBM karna adanya regulasi/aturan bahwa  program kesetaraan yang dibiayai oleh pemerintah pusat ditujukan kepada warga belajar  yang berusia produktif dengan usia maksimal 21 tahun.

Kemudian pertanyaannya adalah bagaimana dengan warga yang berusia di atas 21 tahun dan telah terdaftar di dapodik ? penuh tanya, sementara masih banyak masyarakat yang berusia di atas  21 tahun belajar di paket B dan C sehingga kami  bingung dengan biayanya namun hal itu bukan menjadi kendala, kesalnya.

Kami berharap aģar pemerintah pusat dapat meninjau kembali regulasi tersebut. Selain itu kami berharap agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan untuk pembangunan kantor,ungkapnya.

Kabid PAUD dan Dikmas  Dra. Hj.Nurhayati. MM, mengungkapkan ke awak media dan Lsm Gerak saat ditemui  bahwa saya selaku orang baru Insya Allah akan menjalin kerjasama dengan pelaksana teknis dalam hal ini Kasi Dikmas dan pengelolah PKBM agar pelaksanaan program pada PKBM dapat berjalan sebagaimana mestinya  hal peningkatan kualitas dan kuantitasnya, tidak.

Kabid PAUD dan Dikmas  Dra. Hj.Nurhayati. MM, mengungkapkan ke awak media dan Lsm Gerak saat ditemui  bahwa saya selaku orang baru Insya Allah akan menjalin kerjasama dengan pelaksana teknis dalam hal ini Kasi Dikmas dan pengelolah PKBM agar pelaksanaan program pada PKBM dapat berjalan sebagaimana mestinya  hal peningkatan kualitas dan kuantitasnya, tidak di ragukan lagi.

Saya berharap pengelola PKBM senantiasa menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat baik pemerintah Kecamatan maupun pemerintah Desa dan Lurah.

Data putus sekolah dan buta aksara  dari pemerintah Desa/lurah dihimpun oleh PKBM dilaporkan kepada bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Satuan Pendidikan Non Formal  yang berjumlah 16 Lembaga se-kabupaten Jeneneponto diharapkan dapat melaksanakan program dengan baik, lancar sesuai regulasi yang ada. tutupnya.

Penulis : Bausad
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *