Baru Seumur Jagung Proyek Setapak Rabat Beton di Bantaeng Berhamburan Hancur Lebur Jadi Debu



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Proyek jalan setapak rabat beton di wilayah Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan marak dikerjakan asal-asalan alias amburadul.

Proyek jalan setapak yang baru dikerja seumur jagung itu menuai sorotan tajam warga setempat lantaran pengecorannya berhamburan jadi debu.

Hal ini mengundang keresahan warga proyek jalan setapak rabat beton yang lokasinya terbagi dua lorong di depan masjid Al Manar Muhammadiyah
dan lorong RT 2 jalan Elang Baru Kelurahan Pallantikan Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, kini menuai sorotan masyarakat, lantaran jalanan tersebut berantakan berhaburan menjadi debu sehingga warga setempat merasa terganggu jika ada kendaraan lewat debu jalanan beterbangan masuk ke dalam rumah warga, dan warga khawatir debu jalanan yang berterbangan itu dapat menimbulkan penyakit Infeksi Pernafasan ( isfa ).

Menurut warga setempat, jalan rabat beton ini, usianya baru dikerjakan pada akhir tahun 2019 lalu namun hasilnya, tidak memuaskan alias mengecewakan, dan diduga menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah sumber dari Pemerintah, ungkapnya.

Salah satu contoh, sambil menunjukkan kepada wartawan media ini, bahwa coba Bapak lihat, pekerjaan rabat beton seperti ini, tidak layak di nikmati masyarakat malah menyengsarakan mandi debu setiap saat, kesalnya.

Hal senada Ketua Rukun Tetangga (RT) 02 Kelurahan Pallantikan membenarkan keluhan sejumlah warganya karena nampak jelas kenyataannya jalanan tersebut berhamburan menjadi debu mengakibatkan debunya beterbangan masuk ke rumah warga, ungkap RT 02.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga setempat yang mengaku dirinya juga pernah terlibat selaku pengawas dalam proyek tersebut, dikatakannya ya beginilah kondisi jalan setapak, sebelumnya saya sudah menegur pasirnya bercampur lumpur atau tanah, namun kontraktornya seakan mengabaikan usulan saya akhinya beginalah kenyataan jalan setapak berhamburan jadi debu, ungkapnya dihadapan halilintarnews.id dilokasi.

Ia menambahkan rasa kesalnya bukan pekerjaan pengecoran saja, yang lebih parahnya lagi jalan setapak ada selokan atau got sepanjang tengah jalan yang ditutup dengan cor, namun cornya sudah berhamburan ambruk mengalami lubang besar, sangat membahayakan pengendara dan pejalan kaki, kesal warga setempat.

“Beruntung saya yang selalu memperbaiki dengan biaya pribadi saya, karena kasihan pengendara dan pejalan kaki menghindari kecelakaan, kata mantan pengawas jalan setapak.

“Sebenarnya ada anggaran perbaikan jalan entah kenapa hingga detik ini tak kunjung di perbaikinya,” tuturnya.

Masih kata mantan pengawas dan juga warga setempat yang enggan di sebut namanya bukan diwilayah ini saja pak hampir semua pekerjaan setapak rabat beton mengalami hal yang sama, bebernya.

Keterangan terpisah Kabid Cipta Karya Ibu Ani dihadapan wartawan halilintarnews.id diruang kerjanya pada rabu 16/12/2020, iya benar ada proyek rabat beton setapak jalan di jalan merpati Kelurahan Pallantikan Kabupaten Bantaeng, kalau pekerjaan itu berkisar dikerjakan pada bulan 8 tahun 2019, nanti saya hubungi kontraktornya, kata Ibu Ani.

Ia juga menegaskan jika ada temuan komfirmasi dulu dengan saya dan lengkapi dengan bukti berupa gambar dan titik lokasinya, nanti saya sampaikan untuk di perbaikinya, ungkap Kabid Cipta Karya Ibu Ani.

Masih kata Kabid Cipta Karya, terkait jalanan rabata beton yang di soroti masyarakat di Kelurahan Pallantikan dana pemeliharaan hingga detik ini belum ada pencairan.

“Saya juga baru disini menduduki jabatan selaku Kabid Bina Marga pada tahun 2020 ini pak, katanya.

Yang mengerjakan proyek itu kemungkinan Ibu Nur nanti saya hubungi, sebaiknya komfirmasi kontraktornya pak, pintanya.

Media halilintarnews.id berkali-kali menghubungi kontraktornya melalui selulernya tidak diangkat dan saya komfirmasi lagi melalui tulisan WAnya hanya jawaban yang ringkas mengakui dia yang mengerjakan pada bulan 8 tahun 2019 lalu.

Kuat dugaan proyek tersebut tidak sesuai bestek dan disinyalir tidak mencukupi volume berbau korupsi. Kata warga

Terkait proyek rabat beton yang menjadi sorotan, Warga setempat meminta kepada kontraktor untuk kembali membenahinya karena sangat menggannggu warga, dan meminta Inspektorat dan pihak berwajib turun ke lokasi sebagai bahan pertimbangan, pinta Warga setempat.

Penulis : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2020

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *