FGD di Gowa, Bupati Husniah Tegaskan SDM Berintegritas Jadi Kunci Pemilu Berkualitas



HALILINTARNEWS.id, GOWA β€” Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis Learning Management System (LMS) yang digelar Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (1/4/2026).

Dalam sambutannya, Husniah menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak semata ditentukan oleh sistem, tetapi sangat bergantung pada kualitas dan integritas manusia yang menjalankannya.

“Demokrasi tidak hanya berdiri di atas bilik suara, tetapi pada kualitas manusia yang mengelolanya. Ia ditentukan oleh integritas, kapasitas, dan kesadaran kolektif para penyelenggara. Hari ini kita sedang menanam fondasi itu,” ujarnya.

Ia menilai pemilu bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan ujian kepercayaan publik sekaligus cermin kematangan demokrasi. Karena itu, penguatan kualitas SDM menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Bupati Gowa juga mengapresiasi langkah Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia yang menghadirkan LMS sebagai solusi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan di era digital.

β€œDi era yang bergerak cepat, kita tidak bisa lagi mengandalkan pola lama. Learning Management System menjadi ruang belajar tanpa batas yang menjembatani pengetahuan dan praktik, serta melahirkan penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Faktor utama tetap terletak pada manusia yang memiliki komitmen, menjunjung tinggi kejujuran, serta mampu menjaga marwah demokrasi dengan penuh tanggung jawab.

β€œKami berharap forum ini melahirkan gagasan dan rekomendasi yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi dapat diimplementasikan untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, transparan, dan dipercaya masyarakat,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Anggota KPU RI, Parsadaan Harahap, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di Lampung dan akan berlanjut di Bengkulu.

β€œKegiatan ini bertujuan mendesain Learning Management System agar seluruh pelatihan di KPU ke depan dapat dilakukan secara digital, mulai dari penyusunan modul, sistem, hingga tata kelola dan anggaran,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan KPU Gowa, serta menilai Gowa sebagai lokasi yang representatif untuk kegiatan tersebut.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Gowa, Fitra Syahdanul, menyampaikan bahwa forum ini merupakan diskusi nasional yang hasilnya akan menjadi bahan rekomendasi dalam penyusunan regulasi kepemiluan ke depan.

β€œPeserta berasal dari 38 provinsi, dan hasil diskusi ini akan menjadi masukan dalam pembahasan undang-undang kepemiluan yang masuk dalam Program Legislasi Nasional DPR RI, khususnya Komisi II,” tuturnya.

Melalui FGD ini, diharapkan lahir konsep dan strategi pengembangan SDM kepemiluan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat fondasi demokrasi yang berkualitas di Indonesia.

Reporter : Hefrawansah
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *