HALILINTARNEWS.id, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Green Economy 2025–2029 sebagai bagian dari percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Wthree Style Makassar, Rabu (10/12/2025).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa penerapan konsep green economy atau ekonomi hijau menjadi langkah strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan di era modern.
Menurutnya, model pertumbuhan ekonomi konvensional sering mengalami hambatan, baik dari aspek kualitas sumber daya manusia, degradasi lingkungan, maupun ketimpangan akses sosial dan ekonomi.
“Ekonomi hijau bukan sekadar isu lingkungan, tetapi strategi ekonomi baru. Ini adalah cara pandang yang menempatkan efisiensi sumber daya, energi bersih, dan inovasi teknologi sebagai pendorong utama penciptaan lapangan kerja di sektor hijau, peningkatan investasi, serta pengurangan risiko iklim,” jelasnya.
Andy Azis menambahkan, penyusunan Renstra Ekonomi Hijau Kabupaten Gowa 2025–2029 harus menghasilkan arah kebijakan yang konkret dan terukur. Beberapa fokusnya mencakup penguatan ekosistem energi bersih, peningkatan produktivitas sektor pertanian berbasis praktik ramah lingkungan, serta pengelolaan ruang dan sumber daya alam secara lebih terpadu.
Selain itu, perlu ditetapkan indikator kinerja, strategi pendanaan hijau, pemanfaatan inovasi dan digitalisasi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat.
“Dengan perencanaan ekonomi hijau yang matang, kita dapat memastikan pembangunan Kabupaten Gowa berjalan sejalan dengan tuntutan modernisasi industri dan pertanian,” ujarnya.
Ia berharap kerangka Renstra Green Economy ini menjadi peta jalan bagi kebijakan dan program pemerintah dalam mencapai target pembangunan, khususnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa dalam lima tahun ke depan.
“Fokus pembangunan ke depan bukan lagi sekadar besar kecilnya potensi daerah, tetapi bagaimana potensi tersebut dikonversi menjadi nilai kinerja yang memberi manfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian, SDA, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bappeda Gowa, Nur Inzana Gaus, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para perencana dalam penyusunan Renstra Green Economy 2025–2029.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menyelaraskan dokumen Renstra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan arah kebijakan ekonomi hijau Kabupaten Gowa, serta menghasilkan draft kerangka Renstra Green Economy 2025–2029 di sektor-sektor prioritas.
“Kegiatan ini diikuti oleh 22 OPD yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Output yang ingin dicapai adalah tersusunnya draft kerangka Renstra Green Economy 2025–2029 sektor ekonomi, serta lahirnya SDM perencana yang kompeten dalam pengarusutamaan ekonomi hijau,” ujarnya.
Reporter : Hefrawansah
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2025
