HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Survei Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahap 2, Rabu (5/11/2025), bertempat di ruang pertemuan BPS Jeneponto.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Jeneponto.
Rapat ini bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan survei MBG tahap kedua di Kabupaten Jeneponto, sekaligus memastikan kendala yang sempat dihadapi pada pelaksanaan survei tahap pertama bulan Juni lalu tidak terulang kembali. Melalui sinergi lintas sektor, pelaksanaan survei diharapkan berjalan lebih efektif, akurat, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala BPS Jeneponto dalam sambutannya memaparkan dasar pelaksanaan, tujuan, jadwal, serta kendala teknis yang ditemui pada survei MBG tahap pertama.
> “Survei MBG ini akan menjadi potret nyata pelaksanaan program di Kabupaten Jeneponto. Tim BPS berkomitmen mengumpulkan data secara objektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPS juga menyampaikan lima pertanyaan kunci yang menjadi fokus survei, yaitu:
1. Apakah program MBG memberikan nilai tambah ekonomi?
2. Apakah program MBG menyerap tenaga kerja lokal?
3. Apakah program MBG meningkatkan konsumsi produk lokal?
4. Apakah program MBG berpengaruh pada daya beli rumah tangga?
5. Apakah program MBG memberikan dampak sosial bagi masyarakat?
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta rapat dari berbagai OPD menyampaikan apresiasi sekaligus memberikan masukan konstruktif untuk mendukung kelancaran pelaksanaan survei. Komitmen bersama pun disepakati guna memastikan keberhasilan kegiatan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Jeneponto mengapresiasi undangan dari BPS untuk turut serta dalam rapat koordinasi ini.
> “Saya sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan seperti ini. Selama ini kami ingin berdiskusi dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan MBG, namun belum memiliki kewenangan administrasi untuk menyampaikan hal tersebut secara formal,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Bappelitbangda Jeneponto menyatakan kesiapan pihaknya untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara tim SPPG dan pemerintah daerah.
> “Kami siap memfasilitasi forum diskusi antara SPPG dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Satgas MBG dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi yang kuat antarinstansi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya sukses dalam aspek distribusi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, serta kesejahteraan peserta didik di Kabupaten Jeneponto. Usman












