HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Bantaeng, Kamis (11/9/2025), Puluhan buruh yang tergabung dalam Himpunan Buruh Indonesia Pengangguran Eksploitasi (HBIPE) memutuskan menyegel kantor DPRD lantaran kecewa berat terhadap sikap wakil rakyat.
Dari total 30 anggota DPRD, hanya 14 yang hadir. Lebih mengecewakan lagi, pimpinan dewan sama sekali tidak tampak dalam forum yang mestinya menjadi wadah mencari solusi atas persoalan buruh.
βKami terpaksa menyegel kantor DPRD karena hasil RDP tidak membuahkan titik terang. Tuntutan buruh soal pesangon dan nasib ratusan karyawan yang di-PHK tidak dipedulikan,β tegas seorang perwakilan buruh.
Aksi penyegelan ditandai dengan pemasangan spanduk putih bertuliskan βKantor DPRD Disegelβ berwarna merah di pintu utama gedung. Buruh menegaskan, kantor DPRD tidak akan dibuka hingga Senin mendatang, kecuali seluruh anggota dewan bersedia hadir dan memberikan kepastian.
βKami datang mencari solusi, bukan main-main. Kalau seperti ini, artinya wakil rakyat tidak peduli dengan nasib kami,β sambung seorang buruh lainnya dengan nada kecewa.
Selain menyegel kantor, massa juga merencanakan aksi lanjutan dengan mendirikan posko buruh di halaman DPRD. Posko ini disebut akan menjadi simbol perlawanan sekaligus pengawasan langsung terhadap kinerja wakil rakyat.
βKalau begini caranya, kami akan dirikan posko di depan kantor DPRD. Supaya mereka sadar, kami serius dan tidak bisa dipandang sebelah mata,β tandas salah satu buruh dengan suara lantang.
Aksi ini menjadi tamparan keras bagi DPRD Bantaeng yang dinilai gagal menjalankan fungsi representasi. Absennya pimpinan dewan dalam forum resmi dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap jeritan buruh yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Sejumlah peserta aksi juga menegaskan, apabila sampai Senin tidak ada langkah nyata dari DPRD, mereka siap menggelar aksi besar-besaran dengan melibatkan lebih banyak buruh dan organisasi masyarakat sipil.
βJangan salahkan kami kalau nanti ribuan buruh turun ke jalan. Ini baru peringatan, kalau tidak ada kepastian, kami akan lipatgandakan perlawanan,β ujar salah seorang koordinator aksi. Supriadi Awing












