Beranda JENEPONTO

Diduga Korupsi Berjamaah, Kejari Jeneponto Tetapkan Tersangka Oknum Pejabat Antri “Masuk Bui”

295
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Telah beredar di media sosial baik di media online maupun di Facebook bahan perbincangan adanya 3 oknum pejabat di kubu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto di seret ke jeruji besi atas dugaan kasus korupsi berjamaah, pembangunan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto tahun 2019 lalu.

Telah diberitakan sebelumnya pada edisi Kamis 11/11/2021 kemarin Kejari Jeneponto berhasil meringkus salah seorang oknum Pasilitator inisial ‘D’ atas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan DAK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, pihak Kejari telah mengantongi bukti-bukti olehnya tersangka dilakukan penahanan.

Dua hari kerja marathon Kejari Jeneponto, langsung menetapkan 3 orang oknum pejabat Jeneponto dinyatakan tersangka.

Ketiga tersangka selaku PPTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, mantan Kasi Sarana dan Prasarana dan Fasilitator pembangunan DAK tersebut.

Ketiga tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi pembangunan DAK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto pada tahun 2019 lalu di perkirakan 39 Miliar.

Menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jeneponto Hendarta.SH melalui WhatsApp mengatakan, kemarin hari Rabu 10/11/2021, oknum Fasilitator inisial ‘D’ telah dilakukan penahanan di kantor Kejari Jeneponto, kata Hendarta.

Hari ini Jumat 12/11/2021 bertambah dua orang tersangka yakni inisial ‘JN’ dan ‘R’. Kata Kasi Intel Hendarta melalui WhatsAppnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jeneponto masih di periksa berstatus sebagai saksi, kata Kasi Intel Hendarta.

Terkait kasus korupsi, ketiga orang tersangka tersebut saya belum bisa berkomentar ancaman pidanya, tutup Hendarta.

Penulis : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here